MANAJEMEN WAKTU DAN PRODUKTIVITAS BAGI MAHASISWA PGSD DI ERA MULTITUGAS
Di era digital, mahasiswa PGSD harus menghadapi berbagai tuntutan mulai dari tugas kuliah, praktik mengajar, organisasi, hingga proyek kreatif. Survei Kemendikbud 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 62% mahasiswa merasa kewalahan mengatur waktu karena aktivitas yang saling tumpang tindih. Jika tidak dikelola dengan baik, beban multitugas dapat menurunkan fokus, motivasi, dan kesehatan mental mahasiswa. Oleh karena itu, manajemen waktu menjadi keterampilan penting yang wajib dimiliki oleh calon guru sekolah dasar.
Salah satu langkah efektif mengelola waktu adalah membuat jadwal harian dan mingguan yang terstruktur. Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi digital seperti Google Calendar, Notion, atau Trello untuk mencatat tenggat waktu dan prioritas tugas. Dengan visualisasi yang jelas, mahasiswa dapat menentukan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Kebiasaan ini membantu mengurangi kebingungan dan meningkatkan keteraturan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, teknik manajemen waktu seperti metode Pomodoro atau sistem prioritas Eisenhower dapat membantu meningkatkan produktivitas. Teknik tersebut memungkinkan mahasiswa bekerja dalam fokus pendek dengan istirahat teratur sehingga tidak mudah lelah. Dengan membagi tugas besar menjadi bagian kecil, pekerjaan terasa lebih ringan dan mudah diselesaikan. Disiplin dalam menerapkan teknik ini dapat meningkatkan efisiensi akademik dan kreativitas mahasiswa PGSD.
Mahasiswa PGSD juga perlu memahami batas kemampuan diri untuk menghindari burnout. Mengambil jeda, tidur cukup, dan menjaga kesehatan fisik adalah bagian penting dari produktivitas jangka panjang. Selain itu, kemampuan berkata “tidak” pada aktivitas yang tidak penting dapat membantu menjaga keseimbangan hidup. Kolaborasi dengan teman sekelas dalam menyelesaikan proyek juga dapat mengurangi beban dan meningkatkan kualitas hasil tugas.
Sebagai kesimpulan, manajemen waktu menjadi kunci utama bagi mahasiswa PGSD untuk tetap produktif dan sehat di era multitugas. Penggunaan teknologi, teknik pengaturan waktu, dan kedisiplinan diri dapat membantu mahasiswa mengatur aktivitas dengan lebih efektif. Rekomendasi ke depan adalah kampus menyediakan pelatihan manajemen waktu dan kesehatan mental untuk mendukung mahasiswa menjalani rutinitasnya. Dengan kemampuan mengelola waktu yang baik, mahasiswa PGSD dapat berkembang menjadi calon guru yang profesional, teratur, dan siap menghadapi dunia kerja.
Penulis: Etika Meilani