Manfaat dan Tantangan Penggunaan Media Sosial terhadap Prestasi dan Perilaku Peserta Didik
pgsd.fip.unesa.ac.id - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak usia sekolah dasar. Media sosial yang awalnya digunakan oleh orang dewasa kini mulai digandrungi oleh peserta didik SD. Platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram menjadi bagian dari keseharian mereka, baik sebagai sarana hiburan, komunikasi, maupun pembelajaran. Namun, penggunaan media sosial ini menimbulkan beragam pengaruh terhadap prestasi dan perilaku anak di lingkungan sekolah.
Bagi sebagian peserta didik, media sosial memberikan manfaat positif. Banyak konten edukatif yang membantu mereka memahami pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Video pembelajaran, kuis daring, hingga forum diskusi dapat menambah wawasan serta memotivasi mereka untuk belajar lebih giat. Penggunaan media sosial yang tepat juga dapat meningkatkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta keterampilan digital yang penting di era modern.
Namun, di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan media sosial cenderung kehilangan fokus belajar, mudah lelah, dan menunda-nunda tugas sekolah. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar sering kali teralihkan oleh aktivitas menonton video hiburan atau bermain gim daring. Akibatnya, prestasi belajar mereka bisa menurun karena kurangnya konsentrasi dan disiplin belajar.
Selain memengaruhi prestasi akademik, media sosial juga berdampak pada perilaku peserta didik. Paparan terhadap berbagai konten yang tidak sesuai usia dapat memengaruhi cara berpikir dan bertindak anak. Beberapa anak menjadi mudah meniru gaya berbicara, berpakaian, bahkan sikap dari tokoh media sosial tanpa memahami konteksnya. Hal ini dapat menimbulkan perubahan perilaku, baik dari segi sopan santun, etika, maupun interaksi sosial di sekolah.
Di sisi positif, media sosial juga dapat menjadi sarana pengembangan karakter apabila digunakan dengan bimbingan yang tepat. Melalui konten inspiratif dan edukatif, anak-anak dapat belajar nilai-nilai positif seperti kerja keras, solidaritas, dan empati. Oleh karena itu, pengawasan dan pendampingan dari guru serta orang tua menjadi faktor penting dalam membantu peserta didik menggunakan media sosial secara sehat.
Pendidikan literasi digital di sekolah dasar kini mulai digalakkan sebagai upaya untuk menanamkan pemahaman tentang penggunaan media sosial yang bijak. Peserta didik diajarkan cara memilih konten yang bermanfaat, menghindari penyebaran berita palsu, serta menjaga etika dalam berinteraksi di dunia maya. Dengan cara ini, mereka dapat menikmati manfaat teknologi tanpa terjebak dalam dampak negatifnya.
Pengaruh media sosial terhadap prestasi dan perilaku peserta didik SD dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada cara penggunaannya. Oleh karena itu, peran sekolah dan keluarga sangat penting dalam membimbing anak agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri, bukan sekadar hiburan semata.
Dengan keseimbangan yang tepat antara penggunaan teknologi dan kegiatan belajar langsung, peserta didik diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas digital, berprestasi, dan berperilaku baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Penulis: Ria Risky Syah P A F