pgsd.fip.unesa.ac.id – Pembelajaran kooperatif menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam kelas sekolah dasar karena mampu mendorong partisipasi aktif dan meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui kerja sama dalam kelompok kecil, siswa belajar berinteraksi, berbagi pengetahuan, dan membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat berbagai model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan guru, seperti Think Pair Share, Jigsaw, Numbered Heads Together, dan Student Teams Achievement Division (STAD). Setiap model memiliki langkah-langkah khusus, tetapi semuanya menekankan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab bersama. Guru dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan materi dan karakteristik siswa.
Salah satu keunggulan pembelajaran kooperatif adalah memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk terlibat, termasuk siswa yang pemalu atau memiliki kemampuan akademik berbeda. Ketika bekerja dalam kelompok, siswa belajar saling menghargai dan memahami bahwa setiap anggota memiliki peran penting. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih inklusif dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya kegiatan, memantau interaksi kelompok, dan memberikan dukungan ketika diperlukan. Selain itu, guru juga perlu memastikan bahwa pembagian tugas dalam kelompok berjalan adil sehingga tidak ada siswa yang menjadi terlalu dominan atau pasif. Dengan pengelolaan yang baik, pembelajaran kooperatif dapat menciptakan kelas yang harmonis dan produktif.
Melalui pembelajaran kooperatif, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mendalam. Interaksi sosial yang terjalin selama kegiatan membantu siswa memahami materi dengan lebih baik dan meningkatkan motivasi belajar. Dengan penerapan yang konsisten, pembelajaran kooperatif dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google