Melodi dan Gerak Menggerakkan Pikiran: Strategi Calon Guru PGSD Mengoptimalkan Otak Anak
Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) harus menjadi pengalaman yang multisensori, sebuah simfoni yang melibatkan seluruh indra anak, dan kita, sebagai calon guru dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), memiliki kekuatan ajaib untuk mengaktifkan seluruh potensi otak siswa melalui integrasi seni musik dan gerak ke dalam setiap mata pelajaran. Kita harus memahami bahwa musik dan gerak bukan sekadar mata pelajaran tambahan untuk mengisi waktu luang, melainkan katalisator kuat yang meningkatkan daya ingat, keterampilan motorik halus dan kasar, serta kemampuan berbahasa dan matematika, sebab irama dan melodi membantu otak menyusun informasi secara terstruktur, sementara gerak membantu pemahaman konsep menjadi lebih nyata dan berkesan. Oleh karena itu, kita harus secara kreatif memasukkan unsur musik dan gerak ke dalam rutinitas kelas, misalnya dengan mengajarkan urutan langkah-langkah ilmiah melalui lagu yang mudah diingat, atau mengubah latihan perkalian menjadi tarian ritmis di mana setiap tepukan dan lompatan mewakili angka, yang mana hal ini sangat membantu siswa kinestetik dan visual. Selain itu, kegiatan seni peran atau drama sederhana yang melibatkan ekspresi wajah dan gerakan tubuh dapat digunakan untuk melatih pemahaman literasi naratif, empati terhadap karakter cerita, dan kemampuan berbicara di depan umum. Kita juga perlu menyediakan "jeda otak" singkat berupa senam ringan atau gerakan tari sederhana di antara sesi belajar yang panjang, yang terbukti menyegarkan pikiran dan mengembalikan fokus siswa. Pada akhirnya, dengan menjadikan ruang kelas sebagai studio yang hidup, di mana musik dan gerak bebas mengalir, kita sebagai konduktor energi positif tidak hanya menciptakan suasana belajar yang penuh kegembiraan, tetapi juga mengoptimalkan perkembangan seluruh jaringan otak siswa, mencetak generasi yang cerdas, ekspresif, dan seimbang secara fisik dan mental.
Penulis: Adella