Membangun Etika Sopan dalam Interaksi Belajar Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id – Sebuah program pembiasaan berkata sopan mulai diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan etika komunikasi siswa. Program ini menekankan pentingnya penggunaan kata-kata yang santun, saling menghargai, dan memperhatikan perasaan teman sebaya saat berinteraksi di kelas. Kegiatan ini meliputi simulasi percakapan, permainan peran, serta penguatan aturan kelas yang menekankan kesopanan. Tujuan utama dari program ini adalah menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya bahasa yang baik dalam setiap komunikasi. Para siswa dilibatkan aktif melalui diskusi kelompok dan refleksi harian mengenai perilaku sopan. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberi contoh dan mengingatkan siswa saat diperlukan. Dampak awal menunjukkan peningkatan kesadaran siswa dalam menyapa, meminta tolong, dan mengucapkan terima kasih. Dengan pendekatan ini, diharapkan budaya sopan santun menjadi bagian alami dari interaksi sehari-hari siswa.
Program pembiasaan berkata sopan juga menghadirkan media pembelajaran interaktif, seperti kartu kata sopan dan papan pengingat etika. Media ini memudahkan siswa untuk mengenali kalimat yang pantas digunakan dalam berbagai situasi belajar. Selain itu, kegiatan ini mendorong siswa untuk saling menegur dengan cara yang positif saat teman menggunakan kata-kata yang kurang sopan. Pendekatan ini sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa secara menyenangkan. Para siswa melaporkan bahwa mereka merasa lebih nyaman dan dihargai ketika interaksi berlangsung dengan bahasa yang santun. Guru mencatat bahwa tingkat gangguan kelas menurun dan partisipasi meningkat. Program ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan empati sejak dini. Keberlanjutan program ini dipantau secara berkala melalui observasi dan penilaian sikap siswa.
Penerapan kebiasaan berkata sopan di kelas diharapkan menjadi fondasi bagi perilaku positif di luar ruang belajar. Siswa belajar tidak hanya untuk memahami materi akademik, tetapi juga menginternalisasi norma komunikasi yang baik. Kegiatan ini juga mendorong pembentukan karakter disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain. Lingkungan belajar yang harmonis tercipta karena interaksi antar siswa lebih menyenangkan dan produktif. Guru menekankan bahwa konsistensi dalam pembiasaan sangat penting agar hasilnya maksimal. Para orang tua dilibatkan untuk memperkuat pembiasaan ini di rumah. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan karakter dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, budaya sopan santun di kalangan siswa semakin terinternalisasi.
Penulis: Aghnia