Membangun Kebiasaan Antri dan Sabar Menunggu Giliran pada Anak
pgsd.fip.unesa.ac.id – Anak-anak semakin diperkenalkan pada program pengembangan kebiasaan antri dan sabar menunggu giliran. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan menghargai hak orang lain sejak dini. Dalam aktivitas sehari-hari, anak-anak belajar untuk menunggu giliran dengan tertib, termasuk saat mengambil makanan, bermain, atau mengikuti kegiatan kelompok. Penerapan metode ini menggunakan pendekatan yang menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani. Guru atau pendamping memberikan arahan dan contoh nyata dalam situasi nyata. Anak-anak juga diberi apresiasi ketika berhasil menunjukkan perilaku yang baik. Program ini diharapkan membentuk karakter anak yang lebih disiplin. Dampak positif terlihat dari interaksi sosial anak yang menjadi lebih harmonis dan penuh pengertian.
Kegiatan pengembangan kebiasaan antri dilakukan melalui permainan edukatif yang menekankan kesabaran. Anak diajak untuk bergiliran dalam berbagai aktivitas, mulai dari permainan papan hingga antre untuk menggunakan alat permainan. Pendekatan ini memadukan pembelajaran sosial dan emosional sehingga anak memahami pentingnya menunggu. Aktivitas ini juga memfasilitasi komunikasi antar-anak, melatih empati, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi. Anak-anak belajar menghargai proses dan menunggu kesempatan dengan tenang. Orang dewasa mendampingi setiap langkah untuk memastikan anak memahami tujuan dari setiap kegiatan. Program ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif. Observasi menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam bersikap sabar dan tertib.
Program pengembangan ini membentuk fondasi karakter yang kuat bagi anak. Anak-anak yang terbiasa menunggu giliran cenderung lebih sabar dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan. Kesadaran akan hak dan kewajiban diri serta orang lain juga meningkat. Kegiatan ini mendorong anak untuk menghormati aturan sosial dan bekerja sama dengan teman-temannya. Dengan latihan yang konsisten, kebiasaan antri dan sabar menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Orang tua dan pendamping melihat perubahan positif dalam perilaku anak di rumah maupun saat bermain dengan teman. Penerapan program ini diharapkan berkelanjutan untuk mencetak generasi yang disiplin dan empatik. Keberhasilan program menjadi contoh bagi pendekatan pengembangan karakter lain yang dapat diikuti.
Penulis: Aghnia