MENGAPA PENTING MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI KESEHATAN SISWA?
pgsd.fip.unesa.ac.id – Sekolah ialah tempat di mana siswa menghabiskan Sebagian besar waktu mereka setiap hari. Kondisi lingkungan sekolah yang bersih atau kotor tidak hanya mempengaruhi suasana belajar, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental siswa, serta produktivitas pembelajaran mereka.
Dampak lingkungan sekolah yang tidak bersih:
· Meningkatkan resiko penyakit; tempat yang kotor akan menjadi sarang bakteri, virus, dan serangga pembawa penyakit seperti nyamuk dan kecoa. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, batuk pilek, infeksi saluran pernapasan, dan demam berdarah.
· Mengganggu Konsentrasi Belajar: Bau tidak sedap, sampah yang menumpuk, dan lingkungan yang tidak rapi dapat membuat siswa sulit fokus pada pelajaran, sehingga mengurangi efektivitas pembelajaran.
· Mempengaruhi Kesehatan Mental: Lingkungan yang tidak bersih dapat membuat siswa merasa tidak nyaman, stres, dan bahkan minder terhadap tempat belajar mereka.
· Menurunkan Kesadaran Hidup Bersih: Jika siswa tumbuh dalam lingkungan yang tidak bersih di sekolah, mereka cenderung tidak mengembangkan kebiasaan hidup bersih di rumah maupun di lingkungan lain.
Manfaat Lingkungan Sekolah yang Bersih
· Menjaga Kesehatan Siswa dan Guru: Lingkungan yang bersih mengurangi risiko penyebaran penyakit, sehingga absensi siswa dan guru karena sakit dapat berkurang.
· Meningkatkan Motivasi dan Konsentrasi: Ruang belajar yang bersih, rapi, dan nyaman membuat siswa lebih semangat untuk belajar dan lebih mudah berkonsentrasi.
· Mendidik Kesadaran Lingkungan: Menjaga kebersihan sekolah secara bersama-sama membantu siswa memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sekitar mereka.
· Menciptakan Citra Positif: Sekolah yang bersih akan memberikan kesan baik bagi orang tua, masyarakat, dan calon siswa yang akan mendaftar.
Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
· Membuat Program Kebersihan Bersama: Mengajak siswa, guru, dan karyawan sekolah untuk terlibat dalam kegiatan pembersihan secara rutin, seperti hari kerja bakti bulanan.
· Menyediakan Tempat Sampah yang Cukup dan Mudah Diakses: Menempatkan tempat sampah di berbagai titik strategis di sekolah dan membaginya menjadi sampah organik dan anorganik.
· Mengajarkan Kebiasaan Hidup Bersih: Menyertakan materi tentang kebersihan dan kesehatan dalam kurikulum pendidikan, serta memberikan contoh yang baik dari guru dan staf sekolah.
· Melakukan Pembersihan dan Disinfeksi Secara Berkala: Membersihkan ruang kelas, toilet, kantin, dan area umum lainnya secara teratur, serta melakukan disinfeksi pada permukaan yang sering disentuh seperti meja, kursi, dan gagang pintu.
Sumber gambar: https://pin.it/7zqQZaVKu
Penulis: Salsabila Qothrunnada