Menghidupkan Tradisi Membaca Bersama di Sekolah
Tradisi membaca bersama kembali digalakkan di banyak sekolah sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan membaca yang menyenangkan di kalangan peserta didik. Membaca bersama dilakukan setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai selama 15 menit. Guru dan siswa duduk bersama menikmati bacaan pilihan seperti buku cerita, fabel, atau artikel edukatif. Suasana tenang dan fokus membuat kegiatan ini menjadi momen refleksi bagi seluruh warga sekolah. Melalui tradisi ini, siswa belajar disiplin dan menghargai waktu untuk membaca. Sekolah juga menyiapkan bahan bacaan bervariasi agar siswa dapat memilih sesuai minat mereka. Kegiatan membaca bersama membantu meningkatkan kemampuan literasi dan pemahaman bahasa. Dengan kegiatan sederhana ini, sekolah berhasil menumbuhkan budaya baca yang berkelanjutan. Membaca bersama bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter pembelajar sepanjang hayat.
Sekolah yang konsisten menjalankan program membaca bersama biasanya memiliki perkembangan signifikan dalam minat baca siswa. Guru melaporkan bahwa siswa lebih mudah memahami teks pelajaran karena terbiasa membaca setiap hari. Kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara guru dan peserta didik. Dalam beberapa sekolah, kegiatan membaca bersama diakhiri dengan sesi berbagi isi bacaan secara singkat. Hal ini melatih kemampuan berbicara dan berpikir kritis siswa terhadap isi bacaan. Buku yang dibaca pun tidak terbatas pada karya fiksi, tetapi juga nonfiksi yang memperluas wawasan. Kepala sekolah dan pustakawan turut berperan dalam menyediakan bahan bacaan yang menarik dan berkualitas. Tradisi ini juga memperkenalkan siswa pada penulis-penulis lokal dan nasional. Dengan dukungan semua pihak, kegiatan membaca bersama menjadi budaya positif yang terus bertumbuh. Kebiasaan ini diharapkan mampu membentuk generasi pembaca yang cerdas dan berbudaya.
Gerakan membaca bersama bukan hanya meningkatkan literasi, tetapi juga membangun kebersamaan di lingkungan sekolah. Siswa dari berbagai latar belakang dapat duduk bersama dalam kegiatan yang sama tanpa batasan. Kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan dalam belajar. Beberapa sekolah mengadakan kegiatan membaca bersama lintas jenjang untuk mempererat interaksi antar peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajarkan bahwa membaca bukan beban, tetapi kebutuhan. Banyak siswa mengaku menjadi lebih percaya diri setelah terbiasa membaca dengan rutin. Tradisi ini juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan meningkatkan fokus belajar. Dengan dukungan guru dan orang tua, kegiatan membaca bersama bisa menjadi tradisi keluarga di rumah. Program ini menjadi wujud nyata bahwa literasi bukan sekadar program, melainkan gaya hidup. Dengan menghidupkan tradisi membaca bersama, sekolah berperan penting dalam membangun generasi literat dan berkarakter kuat.