Menguatkan Relevansi Belajar Melalui Pembelajaran yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-Hari
pgsd.fip.unesa.ac.id - Pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna bagi peserta didik. Pendekatan ini menempatkan aktivitas belajar sebagai bagian dari aktivitas hidup yang mereka temui setiap hari, sehingga materi tidak lagi dipahami sebagai konsep yang terpisah dari realitas. Proses ini membantu peserta didik melihat manfaat langsung dari apa yang dipelajari, baik dalam kegiatan di rumah, lingkungan sekitar, maupun interaksi sosial sehari-hari. Dengan cara ini, motivasi belajar menjadi lebih kuat karena peserta didik merasa materi pelajaran memiliki hubungan erat dengan kebutuhan dan pengalaman mereka. Penerapan pembelajaran seperti ini juga mendorong rasa ingin tahu, keberanian bertanya, serta kemampuan mengaitkan konsep dengan situasi yang nyata. Selain itu, keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan kontekstual menjadikan proses belajar lebih hidup dan dinamis. Konsep pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan cara berpikir reflektif dan aplikatif.
Pada pelaksanaannya, pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan seperti pengamatan langsung, diskusi pengalaman pribadi, serta pemecahan masalah sederhana yang sering ditemui di lingkungan sekitar. Peserta didik diajak untuk menghubungkan konsep pelajaran dengan situasi nyata, misalnya melalui peristiwa alam, kebiasaan di rumah, atau aktivitas sosial di lingkungan tempat tinggal. Aktivitas tersebut memberi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan pemahaman mereka secara alami, tanpa merasa tertekan oleh beban hafalan semata. Melalui pengalaman langsung, peserta didik mampu membangun makna belajar berdasarkan apa yang mereka lihat, rasakan, dan lakukan. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan kuat dalam ingatan. Dengan pendekatan seperti ini, materi pelajaran tidak hanya dipelajari sebagai informasi, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari kehidupan yang dapat diterapkan dalam tindakan sehari-hari. Proses belajar pun menjadi lebih relevan dan bernilai.
Selain memberikan pengalaman belajar yang nyata, pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari juga berperan dalam menumbuhkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Peserta didik dilatih untuk menganalisis situasi yang mereka hadapi, kemudian menghubungkannya dengan konsep yang dipelajari di kelas. Dari proses ini, mereka belajar mengambil keputusan sederhana, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Pembelajaran tidak lagi berfokus pada jawaban tunggal, melainkan pada proses memahami, menalar, dan mengevaluasi situasi yang terjadi di sekitar. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya unggul dalam penguasaan materi, tetapi juga berkembang dalam aspek sikap dan keterampilan sosial. Pendekatan ini membantu membentuk pribadi yang adaptif, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata.
Dari sisi proses, pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara bertahap sesuai dengan ritme dan kemampuan masing-masing. Mereka dapat memulai dari hal yang paling dekat, seperti kebiasaan di rumah, lalu berkembang pada fenomena yang lebih luas di lingkungan sekitar. Pengalaman ini menjadikan peserta didik merasa lebih percaya diri karena belajar melalui konteks yang sudah familiar. Guru berperan sebagai fasilitator yang memandu jalannya aktivitas, memberikan pertanyaan pemantik, serta membantu peserta didik menemukan makna di balik setiap pengalaman yang muncul. Suasana belajar menjadi lebih dialogis dan partisipatif, karena peserta didik tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat dalam proses menemukan pengetahuan. Pembelajaran seperti ini turut membangun hubungan emosional antara peserta didik dengan materi yang dipelajari. Keterhubungan tersebut membuat mereka lebih mudah mengingat dan memahami konsep dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik dan karakter peserta didik. Pendekatan ini membantu mereka melihat bahwa belajar bukan sekadar aktivitas di ruang kelas, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang terus berlangsung. Materi pelajaran menjadi lebih bermakna karena berhubungan langsung dengan pengalaman nyata yang mereka jalani setiap hari. Melalui proses ini, peserta didik dapat tumbuh menjadi individu yang peka terhadap lingkungan, mampu memecahkan masalah sederhana, serta memiliki kesadaran untuk menerapkan pengetahuan dalam kehidupan. Pembelajaran yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari menjadi landasan penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga bijak dalam bersikap dan bertindak. Dengan demikian, proses belajar tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan berkembang menjadi pengalaman hidup yang utuh dan berkesinambungan.
Penulis: Aghnia