Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SD Melalui Pendekatan Differentiated Instruction
pgsd.fip.unesa.ac.id- Pendekatan Differentiated Instruction (DI) menjadi strategi yang semakin relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. DI memungkinkan guru menyesuaikan metode, konten, dan proses belajar berdasarkan kebutuhan, minat, serta kemampuan siswa yang beragam. Pendekatan ini membantu meningkatkan motivasi belajar karena siswa merasa lebih dihargai dan diperhatikan.
Dalam penerapannya, guru perlu menganalisis profil belajar siswa melalui observasi dan asesmen awal. Informasi ini berguna untuk menentukan variasi aktivitas, tingkat kesulitan materi, serta pendampingan yang dibutuhkan masing-masing siswa. Ketepatan analisis akan mempengaruhi efektivitas pembelajaran yang diberikan.
Penyusunan kegiatan belajar berbasis diferensiasi dapat dilakukan melalui variasi tugas, pilihan media, atau pola kerja seperti individu, pasangan, atau kelompok kecil. Siswa yang memiliki gaya belajar visual dapat diberikan materi berbasis gambar, sementara siswa kinestetik dapat melakukan aktivitas manipulatif. Fleksibilitas seperti ini memperkuat keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Guru juga perlu menyediakan umpan balik yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Umpan balik yang konstruktif membantu siswa memahami kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Selain itu, suasana kelas yang apresiatif memicu siswa untuk lebih percaya diri dalam belajar dan mencoba tantangan baru.
Dengan penerapan Differentiated Instruction secara konsisten, motivasi belajar siswa dapat meningkat secara signifikan. Siswa merasa proses belajar lebih personal, relevan, dan sesuai dengan kemampuan mereka. Pendekatan ini mendukung tercapainya tujuan pendidikan dasar secara lebih inklusif dan efektif.
penulis: adeluh febiola
gambar: google