Menyeimbangkan Kuantitas dan Kualitas demi Pendidikan Berkelanjutan.
Kata kunci: pendidikan berkelanjutan
pgsd.fip.unesa.ac.id – Pendidikan berkelanjutan menuntut sistem pendidikan yang tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga kuat secara kualitatif. Selama ini, peningkatan kuantitas seperti jumlah program, peserta didik, dan capaian administratif sering menjadi fokus utama. Padahal, tanpa kualitas yang seimbang, peningkatan kuantitas justru dapat menghambat keberlanjutan pendidikan itu sendiri.
Kuantitas dan kualitas seharusnya tidak diposisikan sebagai dua hal yang saling bertentangan. Kuantitas diperlukan untuk memastikan akses pendidikan yang merata, sementara kualitas dibutuhkan agar pendidikan benar-benar memberikan dampak positif. Ketika salah satu diabaikan, tujuan pendidikan berkelanjutan sulit tercapai.
Dalam praktiknya, ketidakseimbangan sering terjadi ketika sistem pendidikan terlalu menekankan target angka. Sekolah dan guru didorong untuk memenuhi berbagai indikator kuantitatif, sementara proses pembelajaran kurang mendapat perhatian. Akibatnya, pendidikan berjalan secara administratif, tetapi miskin makna dan kedalaman.
Menyeimbangkan kuantitas dan kualitas berarti menempatkan proses pembelajaran sebagai fondasi utama. Akses pendidikan yang luas perlu diiringi dengan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Dengan proses yang berkualitas, peningkatan kuantitas akan memberikan hasil yang lebih bermakna dan berkelanjutan.
Guru memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ini. Guru yang profesional dan didukung oleh sistem yang baik mampu menciptakan pembelajaran yang efektif meskipun berada dalam tekanan target. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru dan penyederhanaan beban administratif menjadi langkah penting dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.
Selain itu, kebijakan pendidikan perlu dirancang secara bijak dan berorientasi jangka panjang. Evaluasi keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya berdasarkan angka, tetapi juga harus melihat dampaknya terhadap perkembangan peserta didik dan masyarakat. Pendekatan ini akan membantu memastikan bahwa pendidikan benar-benar berkontribusi pada pembangunan manusia.
Secara keseluruhan, pendidikan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila kuantitas dan kualitas berjalan seimbang. Kuantitas memberikan jangkauan, sementara kualitas memberikan makna. Dengan menjaga keseimbangan keduanya, pendidikan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.