Metode Baru Bantu Siswa Tingkatkan Literasi dan Numerasi Sejak Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Metode baru yang
dirancang untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi
sejak dini kini menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini
menekankan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan
sehari-hari siswa. Proses belajar dirancang agar anak lebih aktif melalui
kegiatan membaca, berhitung, dan berdiskusi secara sederhana. Metode tersebut
dianggap mampu menumbuhkan minat belajar tanpa tekanan berlebihan. Selain itu,
suasana pembelajaran dibuat lebih menyenangkan agar siswa tidak merasa takut
terhadap materi dasar. Fokus utama metode ini adalah pemahaman konsep, bukan
sekadar hafalan. Dengan cara ini, siswa diharapkan mampu membangun fondasi
kemampuan berpikir sejak usia awal. Hasil awal menunjukkan peningkatan
keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar.
Penerapan metode ini menggabungkan
aktivitas visual, permainan edukatif, dan latihan berbasis cerita. Siswa diajak
mengenal angka dan huruf melalui situasi yang mudah dipahami. Pendekatan
tersebut membantu anak mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Proses
belajar yang interaktif membuat siswa lebih percaya diri dalam mencoba dan
bertanya. Kesalahan tidak lagi dianggap sebagai kegagalan, melainkan bagian
dari proses belajar. Dengan demikian, siswa lebih berani mengekspresikan
pemikirannya. Metode ini juga mendorong kerja sama antarsiswa dalam
menyelesaikan tugas sederhana. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kemampuan
dasar membaca dan berhitung.
Selain meningkatkan kemampuan
akademik, metode baru ini juga berkontribusi pada perkembangan karakter siswa.
Anak dilatih untuk lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas. Aktivitas kelompok membantu siswa belajar berkomunikasi dan
menghargai pendapat orang lain. Pembelajaran yang terstruktur namun fleksibel
membuat siswa merasa lebih nyaman. Rasa ingin tahu anak pun tumbuh secara alami
selama proses belajar. Hal ini mendorong kebiasaan belajar yang positif sejak
dini. Pendekatan tersebut juga membantu mengurangi kesenjangan kemampuan
antarsiswa. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk
berkembang.
Metode ini dinilai relevan dengan
kebutuhan pembelajaran masa kini yang menuntut pemahaman mendalam. Literasi dan
numerasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan berhitung semata.
Keduanya dipandang sebagai keterampilan dasar untuk berpikir kritis dan
memecahkan masalah. Melalui metode ini, siswa dilatih untuk menganalisis
informasi sederhana. Proses belajar menjadi lebih bermakna dan tidak monoton.
Siswa juga terbiasa menggunakan logika dalam menghadapi situasi sehari-hari.
Kebiasaan ini diharapkan dapat terbawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.
Dengan fondasi yang kuat, siswa lebih siap menghadapi tantangan belajar di masa
depan.
Ke depan, metode baru ini
diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan siswa. Evaluasi dilakukan
secara berkala untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Masukan dari
berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penyempurnaan metode. Fleksibilitas
menjadi kunci agar metode tetap relevan di berbagai kondisi. Fokus pada siswa
sebagai pusat pembelajaran tetap dipertahankan. Dengan dukungan strategi yang
tepat, literasi dan numerasi dapat ditanamkan secara efektif sejak dini. Upaya
ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang cakap dan adaptif. Pendidikan
dasar yang kuat menjadi langkah awal menuju kualitas pembelajaran yang lebih
baik.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto