Metode Bermain Peran Tingkatkan Sikap Kerja Sama dalam Pembelajaran Tematik
pgsd.fip.unesa.ac.id– Metode bermain peran atau role-playing menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan sikap kerja sama siswa dalam pembelajaran tematik. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk memerankan tokoh tertentu dan bekerja sama dengan teman sekelompok untuk menyelesaikan sebuah skenario. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan bermakna bagi siswa.
Dalam kegiatan role-playing, siswa dilibatkan secara aktif untuk memahami suatu konsep melalui pengalaman langsung. Mereka berdiskusi menentukan alur cerita, membagi peran, hingga menampilkan skenario yang telah disusun. Proses ini melatih keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan secara kelompok.
Guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan, skenario pembelajaran, serta mendampingi jalannya aktivitas. Metode ini sangat efektif untuk materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, nilai-nilai karakter, maupun tema sosial. Siswa lebih mudah memahami materi karena disampaikan melalui pengalaman nyata dan permainan edukatif.
Selain meningkatkan kerja sama, bermain peran juga membangun empati siswa. Mereka belajar memahami sudut pandang tokoh yang diperankan, serta menghargai peran teman-temannya. Aktivitas ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian siswa untuk tampil di depan kelas.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, metode bermain peran menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang direkomendasikan dalam kurikulum modern. Pembelajaran tematik yang memanfaatkan metode ini dapat menciptakan suasana kelas yang hidup, dinamis, dan mendorong keterlibatan aktif seluruh siswa.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google