MICROTEACHING SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN IDENTITAS PROFESIONAL MAHASISWA PGSD
Microteaching merupakan salah satu tahapan penting dalam pendidikan calon guru yang berfungsi sebagai latihan awal sebelum terjun ke sekolah. Data dari Kemendikbud 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 70% mahasiswa PGSD merasa lebih percaya diri setelah mengikuti sesi microteaching. Hal ini menunjukkan bahwa latihan mengajar skala kecil memberi dampak signifikan terhadap perkembangan kompetensi mengajar mereka. Oleh karena itu, microteaching tidak sekadar praktik, tetapi proses pembentukan identitas profesional sebagai calon guru SD.
Melalui microteaching, mahasiswa PGSD dapat melatih keterampilan dasar mengajar seperti membuka pelajaran, menguasai kelas, dan menjelaskan materi dengan jelas. Latihan ini juga membantu mereka memahami bagaimana berkomunikasi efektif dengan siswa dan menyusun strategi pembelajaran yang menarik. Kesempatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menemukan gaya mengajar mereka sendiri. Dengan demikian, microteaching membantu mahasiswa mengenali kekuatan dan kelemahan pribadi dalam praktik mengajar.
Selain keterampilan teknis, microteaching juga membentuk sikap profesional yang sangat dibutuhkan calon guru. Mahasiswa belajar menerima kritik, melakukan refleksi, dan memperbaiki diri secara berkelanjutan. Proses evaluasi dari dosen dan teman sekelas menjadi media belajar untuk membangun karakter guru yang kuat dan rendah hati. Sikap terbuka terhadap masukan inilah yang menjadi dasar identitas profesional di dunia pendidikan.
Microteaching juga mendorong kreativitas mahasiswa dalam merancang media pembelajaran dan metode mengajar. Mereka dapat mencoba berbagai pendekatan seperti pembelajaran berbasis proyek, permainan edukatif, atau penggunaan media digital. Dengan mencoba berbagai inovasi, mahasiswa dapat menemukan metode yang paling sesuai dengan gaya mengajar mereka. Kesempatan eksperimen ini menjadi bekal penting sebelum menghadapi praktik lapangan di sekolah dasar.
Dengan demikian, microteaching berperan besar dalam membentuk identitas profesional mahasiswa PGSD melalui latihan mengajar yang realistis, reflektif, dan kreatif. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi. Rekomendasi ke depan adalah memperkuat program microteaching dengan teknologi digital, ruang praktik yang lengkap, dan bimbingan reflektif intensif. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa PGSD dapat menjadi guru masa depan yang kompeten, percaya diri, dan profesional.
Penulis: Etika Meilani