MINI PROJECT BERBASIS STEAM UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR
Perkembangan dunia pendidikan menuntut siswa SD memiliki kreativitas tinggi agar mampu beradaptasi dengan tantangan abad 21. Data Kemendikbud 2023 menunjukkan bahwa 58% siswa SD masih mengalami kesulitan dalam berpikir kreatif karena proses pembelajaran yang terlalu berfokus pada hafalan. Hal ini membuat siswa kurang terlatih dalam memecahkan masalah nyata dan mengeksplorasi ide-ide baru. Pendekatan STEAM menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa sejak dini.
Mini project berbasis STEAM menggabungkan unsur sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika dalam kegiatan belajar yang menyenangkan. Melalui proyek sederhana seperti membuat jembatan kertas, alat musik dari barang bekas, atau roket balon, siswa dapat belajar melalui eksplorasi langsung. Aktivitas ini melatih anak untuk bereksperimen, mencoba, dan menemukan solusi sendiri. Proses belajar seperti ini membuat siswa lebih aktif dan kreatif dalam memahami konsep.
Selain itu, mini project STEAM membantu siswa membangun keterampilan kolaborasi dan komunikasi. Dalam setiap proyek, siswa belajar bekerja sama dengan teman untuk merancang, mencoba, dan memperbaiki hasil karya mereka. Diskusi kelompok membuat anak lebih berani mengemukakan ide serta menerima pendapat orang lain. Keterampilan sosial ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan mereka di masa depan.
Mahasiswa PGSD dapat berperan besar dalam merancang dan mengimplementasikan mini project berbasis STEAM di kelas. Mereka dapat menyesuaikan proyek dengan tema pembelajaran, karakteristik siswa, dan ketersediaan alat sederhana. Selain itu, mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi seperti aplikasi desain atau video pembelajaran untuk mendukung proses proyek. Pendekatan ini menjadikan praktik mengajar lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.
Dengan demikian, mini project berbasis STEAM merupakan metode efektif untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan sosial siswa SD. Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif dan berorientasi pada pengalaman nyata. Rekomendasi ke depan adalah memperluas pelatihan STEAM bagi guru dan mahasiswa PGSD agar penerapannya semakin optimal. Dengan kolaborasi antara guru, mahasiswa, dan sekolah, pembelajaran STEAM dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi yang inovatif dan siap menghadapi masa depan.
Penulis: Etika Meilani