Pasir di Telapak Kaki: Jejak Perjalanan dan Rasa Syukur di Pantai
Ada sesuatu yang selalu membuat hati terasa lebih ringan
setiap kali berada di pantai. Entah itu suara ombak yang datang silih berganti,
angin laut yang membawa aroma asin khas pesisir, atau garis horizon yang tampak
tak berujung semuanya berpadu menjadi ruang yang membuat siapa pun merasa
pulang. Pantai bukan hanya destinasi wisata, tetapi tempat di mana banyak orang
menemukan ketenangan, inspirasi, dan rasa syukur atas hidup yang dijalani.
Melangkah di atas hamparan pasir yang hangat sering kali
seperti mengajak kita berjalan di atas lembaran baru. Setiap jejak kaki yang
tertinggal adalah simbol perjalanan hidup ada yang terhapus oleh ombak, ada
pula yang bertahan lebih lama. Begitu pun dengan kenangan dan pengalaman.
Pantai mengajarkan bahwa tidak semua yang datang harus menetap, dan tidak semua
yang hilang berarti tidak pernah berarti. Dari momen sederhana seperti
merasakan pasir di sela-sela jari kaki, kita belajar bahwa kebahagiaan bisa
hadir dari hal kecil yang sering terlewatkan.
Suasana pantai memberikan ruang untuk merenung. Di sana,
suara hati lebih mudah terdengar. Banyak orang datang ke pantai untuk
menenangkan pikiran, melepas penat, atau sekadar mencari napas baru dalam
hidup. Ombak yang terus datang dan pergi tanpa lelah mengingatkan bahwa hidup
pun punya ritmenya sendiri kadang tinggi, kadang rendah. Namun, semuanya tetap
bergerak dan berjalan. Ada pelajaran kesabaran dan keikhlasan di setiap debur
ombak yang pecah di karang.
Ketika matahari mulai turun dan langit berubah menjadi
jingga keemasan, pantai menjadi saksi dari salah satu keindahan alam yang paling
menenangkan. Senja di pantai adalah momen yang menyentuh: sederhana, singkat,
namun selalu memikat. Di situ, rasa syukur muncul dengan sendirinya. Syukur
karena bisa melihat pemandangan seindah itu, syukur atas langkah yang membawa
kita sampai di tepi laut, dan syukur atas hidup yang terus memberi kesempatan
untuk menikmati dunia.
Pantai mengajarkan bahwa perjalanan hidup tidak harus selalu
besar dan penuh pencapaian. Terkadang, yang kita butuhkan hanyalah berhenti
sejenak, merasakan pasir di telapak kaki, membiarkan angin laut menyapu wajah,
dan menyadari bahwa hidup ini lebih hangat dari yang kita kira. Di antara suara
ombak dan warna senja, pantai menjadi pengingat penuh cinta bahwa selalu ada
alasan untuk bersyukur bahkan untuk hal-hal paling sederhana sekalipun.
Penulis : Yemma Nardila