Pelatihan Keterampilan Digital dan AI untuk Guru di Sekolah Dasar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pelatihan keterampilan
digital dan kecerdasan buatan bagi guru sekolah dasar menjadi langkah strategis
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era teknologi. Kegiatan ini
dirancang untuk membekali pendidik dengan pemahaman dasar hingga penerapan praktis
teknologi digital dan AI. Fokus utama pelatihan adalah pemanfaatan teknologi
sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dan ramah anak. Materi disusun
agar mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran tingkat dasar.
Pelatihan ini diikuti oleh guru dengan latar belakang kemampuan digital yang
beragam. Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan kontekstual. Peserta
diajak memahami peran teknologi dalam mendukung kreativitas dan efisiensi
mengajar. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat adaptasi pendidikan dasar
terhadap perkembangan zaman.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan
mencakup pengenalan konsep literasi digital dan dasar kecerdasan buatan. Guru
diberikan pemahaman tentang penggunaan perangkat digital secara aman dan
bertanggung jawab. Selain itu, pelatihan juga menyoroti etika penggunaan
teknologi dalam lingkungan belajar anak. Simulasi penggunaan aplikasi
pembelajaran berbasis AI menjadi bagian penting dari kegiatan. Guru dilatih
untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana diferensiasi pembelajaran. Hal ini
bertujuan agar kebutuhan belajar siswa yang beragam dapat terpenuhi. Pelatihan
berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan praktik langsung. Suasana
belajar dirancang agar mendorong kepercayaan diri peserta.
Manfaat pelatihan dirasakan
langsung oleh para guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif. Guru
menjadi lebih terampil dalam mengelola materi ajar berbasis digital.
Pemanfaatan AI membantu guru dalam menyusun soal, media pembelajaran, dan evaluasi
belajar. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif bagi siswa.
Guru juga memperoleh wawasan tentang cara memantau perkembangan belajar siswa
secara lebih efektif. Teknologi dimanfaatkan untuk menghemat waktu
administratif. Dengan demikian, guru dapat lebih fokus pada pendampingan
belajar siswa. Pelatihan ini membuka peluang pembelajaran yang lebih adaptif.
Pelatihan keterampilan digital dan
AI juga mendorong perubahan pola pikir dalam dunia pendidikan dasar. Guru tidak
lagi melihat teknologi sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang. Kesadaran
akan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat semakin meningkat. Guru terdorong
untuk terus mengembangkan kompetensi diri. Kolaborasi dan berbagi praktik baik
antar guru menjadi bagian dari proses belajar. Lingkungan belajar yang
kolaboratif mulai terbentuk secara alami. Hal ini berdampak positif pada
kualitas pembelajaran di kelas. Transformasi pembelajaran berjalan secara
bertahap dan berkelanjutan.
Ke depan, pelatihan serupa
diharapkan dapat menjangkau lebih banyak guru sekolah dasar. Penguatan
keterampilan digital menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari dunia
pendidikan. Integrasi AI dalam pembelajaran perlu terus disesuaikan dengan
karakteristik siswa usia dini. Dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru
menjadi kunci keberhasilan pembelajaran modern. Dengan guru yang adaptif, siswa
dapat tumbuh menjadi pembelajar yang kritis dan kreatif. Pendidikan dasar
memiliki peran penting dalam membentuk fondasi literasi digital. Pelatihan ini
menjadi salah satu upaya nyata menjawab tantangan tersebut. Perubahan positif
diharapkan terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto