Pelukan Senja di Pantai: Healing Terbaik Setelah Hectic-nya Tugas Kuliah
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Setelah berbulan-bulan
bergulat dengan riuhnya kehidupan kampus, tumpukan tugas kuliah, dan ketegangan
Ujian Akhir Semester (UAS), pikiran sering kali terasa penat dan jiwa haus akan
ketenangan. Di tengah hiruk-pikuk rutinitas, seringkali kita lupa memberikan
ruang bagi diri sendiri untuk bernapas. Tapi, ada satu tempat yang selalu setia
menawarkan pelukan hangat dan ketenangan yang abadi: pantai saat senja. Inilah
momen best healing yang mampu me-refresh pikiran dan mengembalikan energi yang
terkuras habis.
Ketika langit mulai berubah warna dari biru menjadi jingga keemasan,
di sanalah keajaiban dimulai. Suara ombak yang berdebur lembut, disusul dengan
ritme konstan yang menenangkan, adalah melodi alam yang paling sempurna. Di
tepi laut yang luas tak berujung, Anda bisa membiarkan diri menyendiri,
melepaskan beban yang selama ini tertahan. Tak ada salahnya berteriak dengan
ombak, melepaskan semua frustrasi dan kejenuhan yang mengendap setelah
berhari-hari berjibaku dengan diktat dan laptop. Biarkan suara ombak menelan
semua kegelisahan itu, membawa serta energi negatif menjauh ke tengah lautan.
Momen senja di pantai adalah waktu yang tepat untuk berdamai
dengan diri sendiri. Duduklah, pejamkan mata sejenak, dan rasakan hembusan
angin laut yang sejuk membelai wajah. Cobalah bercerita dengan angin laut,
sampaikan semua harapan dan kekhawatiran tanpa perlu takut dihakimi. Dalam
kesunyian yang tenang itu, Anda akan menemukan ruang untuk introspeksi, menata
kembali pikiran, dan mensyukuri setiap perjalanan yang telah dilalui. Keindahan
horizon yang tak terbatas mengajarkan kita tentang perspektif, bahwa masalah
seberat apapun, seringkali hanyalah bagian kecil dari alam semesta yang jauh
lebih besar.
Jadi, setelah hiruk-pikuk dan hectic-nya tugas kuliah
berakhir, rencanakanlah waktu untuk diri Anda. Kunjungi pantai terdekat,
nikmati senja yang memukau. Biarkan laut dan ombak menjadi terapi alami Anda.
Ini bukan hanya sekadar liburan, melainkan investasi penting untuk kesehatan
mental dan emosional. Kembali ke rutinitas dengan pikiran yang lebih segar,
hati yang lebih lapang, dan semangat baru untuk menghadapi tantangan
selanjutnya. Karena, healing terbaik adalah saat kita bisa terhubung kembali
dengan alam, dan menemukan ketenangan di tengah keindahan yang tak terlukiskan.
Penulis : Mufrida Nur Azizah