Pembelajaran Berbasis Kebiasaan Pagi Bangun Kesiapan Belajar Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id – Pembelajaran berbasis kebiasaan pagi semakin dipandang efektif dalam membangun kesiapan belajar siswa sejak awal hari. Kegiatan sederhana seperti menyapa, refleksi singkat, penguatan nilai positif, dan pengondisian kelas mampu menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan kondusif. Kebiasaan ini membantu siswa beradaptasi secara emosional dan mental sebelum menerima materi pembelajaran inti. Dengan rutinitas yang konsisten, siswa menjadi lebih siap mengikuti proses belajar secara aktif. Pendekatan ini juga mendorong terbentuknya disiplin dan rasa tanggung jawab sejak dini. Kesiapan belajar yang baik berpengaruh langsung pada keterlibatan siswa di kelas. Hal ini menjadikan kebiasaan pagi sebagai fondasi penting dalam pembelajaran harian.
Selain meningkatkan kesiapan belajar, kebiasaan pagi berperan dalam menanamkan nilai-nilai karakter positif. Aktivitas awal hari yang terstruktur membantu siswa mengelola emosi, meningkatkan konsentrasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Siswa menjadi lebih tenang dan mampu mengikuti pembelajaran dengan sikap yang lebih terbuka. Kebiasaan positif yang dilakukan secara berulang juga membentuk pola perilaku yang baik dalam jangka panjang. Lingkungan belajar yang tertata sejak pagi mendukung interaksi yang lebih harmonis. Proses belajar pun berjalan lebih efektif karena siswa berada dalam kondisi mental yang siap. Dampaknya terlihat pada peningkatan partisipasi dan semangat belajar.
Pembelajaran berbasis kebiasaan pagi juga relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menekankan keseimbangan kognitif dan afektif. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga kesiapan psikologis siswa. Rutinitas pagi yang bermakna dapat menjadi sarana membangun budaya belajar yang positif. Siswa belajar menghargai waktu, mengikuti aturan, dan memulai hari dengan sikap optimis. Kebiasaan tersebut secara bertahap membentuk karakter belajar yang mandiri. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya dimulai dari materi, tetapi dari kesiapan diri siswa. Hal ini menjadikan kebiasaan pagi sebagai strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google