Pembelajaran Berbasis Pengamatan Dorong Rasa Ingin Tahu Peserta Didik Sejak Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id – Pembelajaran berbasis pengamatan menjadi salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik. Melalui kegiatan mengamati secara langsung, peserta didik diajak untuk memperhatikan fenomena di sekitar, mengajukan pertanyaan, serta mencari penjelasan secara mandiri. Proses ini mendorong keterlibatan aktif dalam pembelajaran sehingga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga membangun pemahaman melalui pengalaman nyata. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, kontekstual, dan bermakna.
Penerapan pembelajaran berbasis pengamatan memberi ruang bagi peserta didik untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis. Dengan mengamati objek, peristiwa, atau situasi tertentu, peserta didik terdorong untuk membandingkan, mengelompokkan, dan menarik kesimpulan sederhana. Aktivitas tersebut secara alami memunculkan rasa ingin tahu yang lebih mendalam karena peserta didik merasa terlibat langsung dalam proses menemukan pengetahuan. Selain itu, pembelajaran menjadi tidak monoton karena peserta didik aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar.
Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir yang dialami peserta didik. Rasa ingin tahu yang tumbuh dari kegiatan pengamatan dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sikap gemar belajar sepanjang hayat. Pembelajaran berbasis pengamatan juga membantu peserta didik mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pengetahuan yang diperoleh lebih mudah dipahami dan diingat. Dengan demikian, pendekatan ini menjadi salah satu alternatif strategis dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google