Pembelajaran Hybrid: Solusi atau Tantangan bagi Mahasiswa?
pgsd.fip.unesa.ac.id — Model pembelajaran hybrid menjadi salah satu inovasi yang banyak diterapkan di perguruan tinggi saat ini. Pembelajaran ini mengombinasikan pertemuan tatap muka dengan pembelajaran daring, sehingga memberikan fleksibilitas dalam proses belajar mengajar. Namun, penerapannya memunculkan berbagai pandangan, apakah menjadi solusi atau justru tantangan bagi mahasiswa.
Pembelajaran hybrid menawarkan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses materi dan mengikuti perkuliahan. Dengan sistem ini, mahasiswa dapat belajar secara lebih fleksibel tanpa harus selalu hadir di ruang kelas. Fleksibilitas tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhan belajar mahasiswa yang beragam.
Di sisi lain, pembelajaran hybrid juga menuntut kemandirian dan kedisiplinan yang tinggi. Mahasiswa perlu mengatur waktu belajar secara mandiri dan tetap aktif dalam mengikuti kegiatan daring. Kurangnya interaksi langsung dapat menjadi tantangan tersendiri jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang efektif antara dosen dan mahasiswa.
Peran dosen sangat penting dalam memastikan keberhasilan pembelajaran hybrid. Dosen perlu merancang pembelajaran yang interaktif, baik dalam sesi tatap muka maupun daring. Penggunaan media pembelajaran yang variatif dapat membantu menjaga keterlibatan mahasiswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, pembelajaran hybrid dapat menjadi solusi pembelajaran yang efektif. Model ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan modern dengan tetap menjaga kualitas dan tujuan pembelajaran di perguruan tinggi.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google