Pembelajaran Kreatif Dorong Kepercayaan Diri Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pembelajaran kreatif semakin terbukti mendorong kepercayaan diri siswa dalam berbagai aktivitas belajar. Pendekatan ini memberi ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan ide tanpa takut salah. Melalui metode yang variatif, siswa merasa dihargai atas proses, bukan hanya hasil. Rasa percaya diri tumbuh ketika siswa diberi kesempatan memilih cara belajar yang sesuai. Aktivitas kolaboratif juga membantu siswa berani menyampaikan pendapat di depan teman. Situasi belajar yang menyenangkan membuat siswa lebih aktif bertanya dan mencoba. Dampaknya terlihat pada meningkatnya partisipasi dalam diskusi dan tugas. Kondisi ini menunjukkan pembelajaran kreatif berperan penting dalam perkembangan personal siswa.
Pembelajaran kreatif biasanya memanfaatkan permainan edukatif, proyek sederhana, dan eksplorasi ide. Kegiatan tersebut menantang siswa untuk berpikir bebas dan menemukan solusi sendiri. Saat siswa berhasil menyelesaikan tantangan, muncul rasa bangga terhadap kemampuan diri. Kesempatan mencoba berulang kali tanpa tekanan penilaian memperkuat keyakinan siswa. Kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses belajar yang wajar. Lingkungan seperti ini mendorong siswa berani mengambil risiko intelektual. Keberanian tersebut menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan diri yang stabil. Dalam jangka pendek, siswa terlihat lebih terbuka dan komunikatif.
Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam keberhasilan belajar jangka panjang. Siswa yang percaya diri cenderung lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas. Mereka juga lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun nonakademik. Pembelajaran yang terlalu kaku sering membuat siswa pasif dan ragu. Sebaliknya, suasana belajar yang kreatif membantu mengurangi rasa takut gagal. Siswa merasa memiliki kendali atas proses belajarnya sendiri. Hal ini memperkuat motivasi internal untuk terus berkembang. Dengan demikian, pembelajaran kreatif memberi fondasi emosional yang positif.
Dampak pembelajaran kreatif tidak hanya terlihat di ruang kelas. Kepercayaan diri siswa terbawa dalam aktivitas sehari-hari. Siswa menjadi lebih berani berbicara di depan umum. Mereka juga lebih mudah bekerja sama dalam kelompok. Kemampuan menyampaikan ide secara jelas ikut meningkat. Sikap saling menghargai tumbuh seiring meningkatnya interaksi positif. Proses ini membantu siswa mengenali potensi diri. Kesadaran tersebut memperkuat identitas dan rasa percaya diri.
Pembelajaran kreatif dinilai
relevan dengan kebutuhan belajar masa kini. Pendekatan ini menempatkan siswa
sebagai subjek aktif pembelajaran. Kepercayaan diri yang terbentuk menjadi
bekal penting untuk tahap berikutnya. Siswa lebih siap menghadapi perubahan dan
tantangan baru. Proses belajar tidak lagi dipandang sebagai beban. Kreativitas
dan keberanian tumbuh secara seimbang. Lingkungan belajar yang mendukung
menjadi kunci keberhasilan pendekatan ini. Pembelajaran kreatif pun semakin
dipandang sebagai strategi efektif membangun kepercayaan diri siswa.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto