Pendidikan inklusif: penerimaan dan adaptasi peserta didik berkebutuhan khusus di SD.
Penerapan pendidikan inklusif di tingkat sekolah dasar semakin digalakkan untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Sekolah dasar di berbagai daerah mulai menerapkan sistem pembelajaran yang ramah inklusi dengan melakukan penyesuaian kurikulum, metode pembelajaran, dan sarana prasarana. Guru diberikan pelatihan khusus agar mampu mengenali karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik.
Penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus dilakukan melalui asesmen awal untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhan mereka. Setelah itu, sekolah menyiapkan program pembelajaran individual (PPI) sebagai bentuk adaptasi agar siswa dapat belajar sesuai kemampuan masing-masing.
Lingkungan belajar juga diatur agar kondusif dan mendukung interaksi sosial antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan belajar dibuat fleksibel, dengan penggunaan media visual, audio, dan aktivitas motorik untuk membantu pemahaman materi.
Dukungan dari pemerintah dan dinas pendidikan diwujudkan melalui program pelatihan guru, penyediaan guru pendamping khusus (GPK), serta sosialisasi pentingnya pendidikan inklusif kepada masyarakat.
Melalui penerimaan dan adaptasi yang berkelanjutan, pendidikan inklusif di sekolah dasar diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang adil, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan rasa empati di antara seluruh peserta didik.
Penulis: Bewanda Putri Alifah