Pendidikan Karakter Kembali Disorot: Empati dan Toleransi Sejak Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id- Pendidikan karakter kembali menjadi perhatian utama di sekolah dasar seiring meningkatnya tantangan sosial di era digital. Nilai empati dan toleransi dinilai penting untuk ditanamkan sejak dini agar anak mampu menghargai perbedaan dan membangun hubungan sosial yang positif. Sekolah berperan sebagai lingkungan awal yang membentuk sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Guru menerapkan pendidikan karakter melalui berbagai cara, seperti pembelajaran berbasis cerita, diskusi kelompok, dan kegiatan refleksi sederhana. Melalui metode ini, siswa diajak memahami perasaan orang lain, belajar bersikap peduli, serta mengembangkan sikap saling menghormati. Nilai karakter tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.
Kegiatan kolaboratif seperti kerja kelompok dan permainan edukatif juga menjadi sarana efektif menanamkan toleransi. Dalam aktivitas tersebut, siswa belajar bekerja sama dengan teman yang memiliki latar belakang dan kemampuan berbeda. Proses ini membantu anak memahami arti kebersamaan dan pentingnya saling membantu.
Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memperkuat pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah. Dengan memberikan teladan positif di rumah, orang tua membantu anak menginternalisasi nilai empati dan toleransi secara konsisten. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter.
Dengan pendidikan karakter yang kuat sejak sekolah dasar, diharapkan siswa tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik, peduli terhadap sesama, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Upaya ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang berkarakter dan berbudaya.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google