Penerapan model pembelajaran berbasis proyek dan dampaknya pada kreativitas peserta didik.
Sekolah dasar kini mulai menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga langsung terlibat dalam kegiatan nyata yang menumbuhkan keterampilan berpikir, berkolaborasi, dan berinovasi.
Penerapan pembelajaran berbasis proyek dilakukan dengan memberikan tugas kolaboratif yang menantang siswa untuk mencari solusi atas permasalahan sederhana di lingkungan sekitar, seperti daur ulang sampah, pembuatan taman mini, atau pembuatan produk kreatif dari bahan bekas.
Dalam prosesnya, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya proyek mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil. Setiap proyek mendorong siswa untuk mengamati, meneliti, dan menghasilkan karya orisinal, sehingga melatih kreativitas dan rasa percaya diri mereka.
Selain itu, model pembelajaran ini juga meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja sama antar siswa, karena mereka belajar berdiskusi, membagi tugas, dan mempresentasikan hasil karya di depan kelas.
Hasil observasi di beberapa sekolah menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti kegiatan berbasis proyek tampak lebih antusias dan berani mengemukakan ide. Mereka tidak hanya memahami konsep pelajaran, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penerapan yang berkelanjutan, pembelajaran berbasis proyek diharapkan dapat menciptakan generasi yang kreatif, mandiri, dan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Penulis: Bewanda Putri Alifah