Penguasaan Literasi Digital Bagi Calon Pendidik
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Menjadi mahasiswa PGSD di era informasi saat ini menuntut kita untuk tidak sekadar tahu cara menggunakan gawai, tetapi juga cerdas dalam memanfaatkannya. Literasi digital bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan keharusan bagi calon guru agar mampu memilah informasi di tengah banjirnya konten digital. Kemampuan untuk membedakan antara sumber referensi yang valid dan informasi yang tidak jelas kebenarannya adalah langkah awal untuk menjaga kualitas edukasi yang akan kita berikan kepada siswa nantinya.
Selain soal menyaring informasi, literasi digital juga mencakup cara kita menggunakan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang kreatif. Kita tidak harus selalu menggunakan alat yang paling mahal atau canggih, melainkan yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut bisa memudahkan anak-anak memahami materi yang sulit. Mahasiswa perlu belajar menciptakan lingkungan belajar digital yang sehat, termasuk memahami etika berkomunikasi di media sosial agar bisa memberikan teladan yang baik bagi peserta didik di masa depan.
Dengan demikian, tantangan literasi digital adalah tentang bagaimana kita tetap relevan dengan zaman tanpa kehilangan sisi kemanusiaan dalam mengajar. Teknologi hanyalah alat bantu, namun peran guru dalam memberikan bimbingan moral di dunia maya tetap tidak tergantikan. Dengan membekali diri sejak bangku kuliah, kita tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu menjadi kompas yang mengarahkan siswa agar tetap bijak dalam memanfaatkan teknologi yang ada.
Penulis: Elis