pgsd.fip.unesa.ac.id- Literasi numerasi menjadi salah satu kemampuan fundamental yang harus dikuasai siswa sekolah dasar untuk mendukung kecakapan akademik dan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kontekstual hadir sebagai pendekatan efektif karena mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata yang dekat dengan pengalaman siswa. Dengan cara ini, siswa lebih mudah memahami dan mengaplikasikan konsep numerasi secara bermakna.
Pembelajaran kontekstual memberi peluang bagi guru untuk menyajikan materi numerasi menggunakan fenomena sehari-hari, seperti menghitung belanja, mengukur panjang benda, atau membandingkan jumlah dalam permainan. Aktivitas seperti ini membantu siswa melihat bahwa matematika bukan sekadar angka di buku, tetapi bagian dari aktivitas hidup yang mereka jalani setiap hari. Dampaknya, pemahaman siswa menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama.
Guru dapat memanfaatkan berbagai media konkret, mulai dari benda sekitar kelas hingga alat peraga sederhana, untuk memperkuat pembelajaran numerasi. Penggunaan manipulatif membantu siswa memahami konsep abstrak melalui pengalaman langsung. Misalnya, kegiatan mengelompokkan benda, menggunakan potongan kertas sebagai alat ukur, atau menyusun pola dari balok kecil.
Selain itu, pembelajaran berbasis masalah juga efektif untuk memperkuat literasi numerasi. Guru dapat menyajikan persoalan kontekstual yang memerlukan analisis, penalaran, dan pemilihan strategi penyelesaian. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman numerik, tetapi juga mengembangkan kemampuan logis dan berpikir kritis siswa.
Dengan penerapan pembelajaran kontekstual secara konsisten, literasi numerasi siswa dapat berkembang lebih optimal. Siswa menjadi lebih percaya diri menghadapi tugas matematika dan mampu menghubungkan konsep numerik dengan tantangan kehidupan nyata. Penanaman kemampuan ini sejak dini sangat penting untuk membangun fondasi akademik yang kuat.
penulis: adeluh febiola
gambar: google