Penguatan Peran Orang Tua melalui Kelas Parenting Digital dan Tatap Muka
Sebuah program kelas parenting mulai dilaksanakan untuk memperkuat peran orang tua dalam mendampingi perkembangan anak di era digital. Kegiatan ini disusun dengan pendekatan gabungan antara pertemuan tatap muka dan pelatihan berbasis platform digital. Program tersebut bertujuan memberikan pemahaman lebih luas mengenai pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak saat ini. Materi yang diberikan meliputi pengawasan penggunaan gawai, etika digital, komunikasi dengan anak, serta strategi membangun disiplin positif. Banyak orang tua dinilai membutuhkan pendampingan dalam menghadapi tantangan penggunaan teknologi pada anak. Pelaksanaan kelas ini diharapkan membantu keluarga memahami batasan dan kontrol dalam penggunaan internet. Program juga memberikan ruang diskusi bagi orang tua untuk berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi kebiasaan digital anak. Melalui kelas parenting ini, keluarga didorong untuk berperan aktif dalam membentuk karakter anak di lingkungan teknologi.
Pelatihan ini mengintegrasikan teori pola asuh dengan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua mendapatkan contoh nyata cara mengatur penggunaan media sosial, memberikan aturan waktu layar, dan memilih konten yang aman bagi anak. Selain itu, terdapat simulasi pemecahan masalah digital yang sering dihadapi keluarga, seperti kecanduan gim dan penyebaran informasi palsu. Dalam sesi tatap muka, peserta diajak mempraktikkan komunikasi efektif untuk membangun keterbukaan antara orang tua dan anak. Pendekatan ini dinilai penting agar anak merasa nyaman mengungkapkan masalahnya tanpa rasa takut. Melalui pelatihan online, peserta dapat mengakses materi kapan pun sehingga memudahkan bagi orang tua yang memiliki kesibukan. Selain itu, evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai pemahaman orang tua terhadap materi parenting digital. Penggabungan dua metode ini memberikan fleksibilitas dan efektivitas dalam proses pembelajaran.
Peserta kelas parenting juga diberikan wawasan mengenai pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan kegiatan non-digital. Mereka diajak memahami bahwa waktu berkualitas bersama keluarga dapat meningkatkan kesehatan emosional anak. Pelatihan menekankan pentingnya aktivitas seperti membaca bersama, bermain di luar ruangan, dan berolahraga sebagai pelengkap aktivitas digital. Orang tua juga diperkenalkan pada konsep literasi media agar mampu membantu anak memilah konten yang mendukung perkembangan akademik dan karakter. Diskusi kelompok dimanfaatkan untuk membahas tantangan yang dialami setiap keluarga dalam menerapkan pembatasan digital. Di sisi lain, peserta diajak memahami berbagai risiko psikologis yang dapat ditimbulkan dari paparan berlebihan terhadap konten digital. Dengan pemahaman tersebut, orang tua lebih siap memberikan pendampingan secara bijaksana. Program ini menegaskan bahwa pengawasan digital harus disertai kehangatan komunikasi keluarga.
Dalam kelas parenting, orang tua diajak untuk memahami perkembangan anak berdasarkan usia dan kebutuhan psikologisnya. Kegiatan ini memberi penekanan bahwa setiap anak memiliki karakter dan pola belajar yang berbeda, sehingga metode pengasuhan tidak dapat disamakan. Pelatihan tersebut membantu orang tua menyesuaikan aturan penggunaan teknologi sesuai kemampuan anak dalam menyaring informasi. Komunikasi yang empatik dan dialog dua arah dijadikan fondasi utama dalam membangun hubungan keluarga yang sehat. Program juga memberikan teknik menghadapi anak ketika menunjukkan penolakan terhadap batasan digital, agar orang tua tidak menerapkan cara-cara otoriter. Peserta dilatih mengembangkan kesepakatan bersama anak mengenai aturan penggunaan gawai sehingga terbentuk rasa tanggung jawab. Orang tua juga diajak membuat jadwal aktivitas harian yang seimbang antara belajar, istirahat, digital, dan bermain. Dengan langkah itu, kelas parenting mendorong kolaborasi keluarga dalam pembentukan perilaku positif.
Kelas parenting ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran keluarga dalam menghadapi perkembangan era digital. Pendekatan yang dikembangkan menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak hanya bergantung pada lembaga formal, tetapi juga peran aktif dari orang tua. Program ini diharapkan dapat melahirkan keluarga yang sadar teknologi sekaligus bijak dalam penggunaannya. Orang tua yang mengikuti pelatihan dinilai lebih siap menghadapi tantangan pola asuh modern yang penuh dinamika. Dengan bekal yang diperoleh, mereka dapat mendampingi anak secara tepat, baik dalam dunia nyata maupun dunia digital. Pelaksanaan kelas ini berpotensi diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak keluarga di berbagai wilayah. Di masa mendatang, pelatihan dapat ditambahkan dengan modul tentang keamanan data, etika komunikasi virtual, dan pengembangan karakter di era teknologi. Program ini diharapkan membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, komunikatif, dan peduli terhadap perkembangan anak secara utuh.
Penulis: Bewanda Putri Alifah