Pentingnya Critical Thinking bagi Mahasiswa Abad 21
pgsd.fip.unesa.ac.id — Kemampuan berpikir kritis atau critical thinking menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa di abad 21. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, mahasiswa dituntut mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menyikapi berbagai informasi secara rasional dan objektif.
Berpikir kritis membantu mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan secara lebih mendalam. Mahasiswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi mampu mengajukan pertanyaan, menghubungkan konsep, serta menarik kesimpulan berdasarkan data dan fakta. Kemampuan ini sangat penting dalam menunjang keberhasilan akademik.
Selain dalam kegiatan belajar, critical thinking juga berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis akan lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama di era digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan. Sikap kritis membantu mahasiswa mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.
Pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan melalui berbagai metode pembelajaran, seperti diskusi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis masalah. Peran dosen sebagai fasilitator sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong mahasiswa untuk aktif berpikir dan berpendapat.
Dengan memiliki kemampuan critical thinking yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjadi individu yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kemampuan ini tidak hanya bermanfaat dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi bekal penting dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google