Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini bagi Siswa Sekolah Dasar
Literasi keuangan merupakan kemampuan memahami cara mengelola uang secara bijak, dan hal ini penting dikenalkan sejak siswa berada di sekolah dasar. Pada usia tersebut, anak mulai mengenal konsep kebutuhan, keinginan, serta nilai dari uang. Dengan memberikan pemahaman yang tepat sejak dini, sekolah dapat membantu siswa membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab untuk masa depan.
Di beberapa sekolah, literasi keuangan diajarkan melalui permainan simulasi, cerita bergambar, hingga kegiatan praktik seperti menabung di koperasi sekolah. Aktivitas ini membantu siswa memahami bahwa uang perlu dikelola, bukan hanya digunakan. Mereka belajar merencanakan, mencatat pengeluaran sederhana, dan menyadari pentingnya menabung. Pendekatan yang konkret membuat siswa lebih mudah memahami konsep dasar keuangan.
Selain itu, literasi keuangan sejak dini dapat menanamkan sikap disiplin serta menumbuhkan kemampuan mengambil keputusan. Ketika siswa diberi kesempatan memilih bagaimana menggunakan uang jajan atau mengatur tabungan mereka, mereka belajar menimbang konsekuensi dari setiap pilihan. Sikap bijak seperti ini diharapkan terbawa hingga masa remaja dan dewasa kelak.
Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak memahami konsep keuangan. Kolaborasi keduanya membantu memberikan pengalaman langsung dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, orang tua mengajak anak membuat daftar belanja sederhana, sementara guru memberi tugas proyek kecil yang melibatkan pengelolaan anggaran mini. Sinergi ini membuat pembelajaran lebih bermakna.
Dengan edukasi yang tepat, literasi keuangan dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. Kebiasaan kecil seperti menabung, mencatat pengeluaran, dan membedakan kebutuhan serta keinginan akan membentuk karakter yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google