pgsd.fip.unesa.ac.id – Pembentukan karakter merupakan fondasi utama dalam pendidikan sekolah dasar. Pada tahap ini, siswa sedang berada dalam fase perkembangan moral yang sangat pesat sehingga diperlukan pembiasaan yang konsisten untuk menanamkan nilai-nilai positif. Sekolah menjadi lingkungan kedua setelah keluarga yang memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan baik pada diri peserta didik.
Pembiasaan karakter positif seperti disiplin, jujur, tanggung jawab, dan saling menghargai dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana namun terstruktur. Misalnya dengan membiasakan salam, sapa, dan senyum setiap pagi, menjaga kebersihan kelas, serta melaksanakan tugas piket. Aktivitas ini tidak hanya menciptakan budaya sekolah yang positif, tetapi juga membangun rasa memiliki dan kepedulian siswa terhadap lingkungannya.
Guru memegang peran strategis dalam memberikan contoh nyata sebagai teladan bagi siswa. Keteladanan yang ditunjukkan guru, seperti datang tepat waktu, berbicara sopan, dan menyelesaikan tugas dengan baik, akan lebih mudah ditiru oleh siswa dibandingkan sekadar perintah. Ketika guru konsisten menunjukkan karakter positif, maka siswa cenderung mencontoh pola perilaku tersebut.
Selain itu, sekolah dapat memperkuat pembiasaan karakter melalui program rutin, seperti Class Meeting, Student of The Month, atau kegiatan literasi karakter. Program-program ini memberi penghargaan bagi siswa yang menunjukkan perilaku baik sehingga menjadi motivasi bagi siswa lain. Dengan penghargaan yang tepat, suasana belajar menjadi lebih kondusif dan kompetitif secara sehat.
Pembiasaan karakter tidak dapat dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan. Dengan kerja sama yang baik, pendidikan karakter dapat tertanam kuat pada diri siswa dan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google