Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sehari-Hari di Sekolah Dasar
pgsd.fip.unesa.ac.id- Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam pembentukan kepribadian siswa sekolah dasar. Pada fase ini, anak sedang berada dalam tahap pembentukan nilai-nilai moral dan sikap sosial. Melalui pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari, sekolah dapat membantu siswa tumbuh sebagai individu yang berakhlak baik, disiplin, dan bertanggung jawab. Hal ini tidak hanya berdampak pada perilaku di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pembelajaran, guru dapat menanamkan nilai-nilai karakter melalui contoh nyata, pembiasaan positif, serta kegiatan reflektif. Misalnya, guru mengajak siswa berdiskusi tentang pentingnya kejujuran, menghargai teman, atau bekerja keras. Keteladanan guru menjadi faktor utama karena siswa cenderung meniru perilaku yang mereka lihat setiap hari. Oleh karena itu, guru perlu konsisten menunjukkan sikap positif.
Pendidikan karakter juga dapat dikembangkan melalui kegiatan rutin seperti piket kelas, doa bersama, antre dengan tertib, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Aktivitas sederhana tersebut mengajarkan nilai tanggung jawab dan kedisiplinan secara alami. Selain itu, kegiatan kokurikuler seperti pramuka atau organisasi siswa dapat memperkuat nilai kerja sama, kepemimpinan, dan kemandirian.
Kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan agar pembentukan karakter berjalan konsisten. Nilai-nilai yang diajarkan di sekolah harus diperkuat di rumah, sehingga anak terbiasa menerapkan karakter positif dalam berbagai situasi. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua juga membantu memantau perkembangan sikap siswa secara menyeluruh.
Dengan pendidikan karakter yang menyatu dalam kegiatan belajar sehari-hari, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berperilaku baik dan memiliki kecakapan sosial yang kuat. Hal ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan dan berperan positif dalam lingkungan sekitarnya.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google