Pentingnya Pengendalian Emosi Dalam Menghadapi Keberagaman Karakter Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Dunia pendidikan dasar adalah tempat di mana kesabaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama. Sebagai mahasiswa PGSD, kita sering kali baru menyadari hal ini saat pertama kali berhadapan langsung dengan puluhan anak yang masing-masing memiliki karakter, kecepatan belajar, dan latar belakang yang berbeda. Menghadapi siswa yang sulit fokus atau membutuhkan penjelasan berulang kali adalah ujian nyata bagi emosi kita. Di sinilah kita belajar bahwa menjadi guru bukan hanya soal pintar menyampaikan materi, tapi juga soal menata hati agar tetap tenang dalam situasi yang menantang.
Kesabaran dalam mengajar bukan berarti membiarkan kekacauan terjadi, melainkan bentuk pengendalian diri untuk memahami bahwa proses belajar setiap anak tidak bisa dipaksakan. Saat seorang siswa belum mampu menguasai apa yang kita ajarkan, itu adalah momen bagi kita untuk mengevaluasi pendekatan yang kita gunakan, bukan untuk menyerah atau marah. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk berproses sesuai kecepatannya masing-masing, kita sedang membangun hubungan yang positif dan penuh rasa percaya. Kesabaran inilah yang nantinya menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman bagi anak untuk berani mencoba tanpa rasa takut salah.
Pada akhirnya, melatih kesabaran selama masa perkuliahan dan praktik lapangan adalah investasi jangka panjang bagi karier kita. Guru yang sabar mampu melihat potensi di balik perilaku unik setiap siswa dan tetap konsisten membimbing mereka hingga berhasil. Pengendalian emosi yang baik akan membedakan antara pendidik yang sekadar menjalankan tugas dengan pendidik yang mengajar dengan hati. Dengan memupuk sifat ini sejak dini, kita tidak hanya menjadi guru yang kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi sosok yang dewasa dan bijaksana dalam mendampingi tumbuh kembang generasi masa depan.
Penulis: Elis