Pentingnya Sastra Anak dalam Pembentukan Karakter
Sastra anak memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sejak dini. Melalui cerita-cerita yang penuh nilai moral, anak dapat belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Cerita rakyat, dongeng, dan fabel menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa. Guru di sekolah sering memanfaatkan karya sastra anak dalam kegiatan membaca dan bercerita di kelas. Dengan bahasa yang ringan dan ilustrasi menarik, siswa lebih mudah memahami pesan moral yang terkandung di dalamnya. Kegiatan mendengarkan cerita juga melatih daya imajinasi dan kemampuan berbahasa peserta didik. Selain itu, sastra anak menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan warisan lokal. Pembiasaan membaca sastra sejak dini dapat mencegah anak dari pengaruh konten negatif di media digital. Oleh karena itu, pendidikan sastra anak menjadi bagian integral dalam pengembangan karakter bangsa. Sekolah perlu terus mengembangkan kegiatan literasi sastra agar nilai-nilai moral dapat tumbuh secara alami pada diri anak.
Dalam proses pembelajaran, sastra anak tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri. Melalui tokoh-tokoh dalam cerita, peserta didik belajar memahami perbedaan dan menghargai sesama. Guru dapat mengaitkan kisah dalam sastra anak dengan pengalaman nyata di kehidupan sehari-hari. Misalnya, setelah membaca cerita tentang kerja sama, siswa diajak berdiskusi dan melakukan kegiatan kelompok. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih bermakna dan kontekstual. Selain itu, pembacaan puisi dan drama anak juga menjadi sarana ekspresi diri. Peserta didik dapat belajar mengekspresikan perasaan dengan cara positif dan kreatif. Banyak sekolah yang mulai mengadakan lomba membaca puisi dan mendongeng untuk menumbuhkan apresiasi sastra. Dengan demikian, sastra anak menjadi media pendidikan yang menyenangkan dan mendidik secara emosional. Nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan melalui sastra akan tertanam lebih kuat karena disampaikan dengan cara yang indah dan bermakna.
Pentingnya sastra anak dalam pendidikan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun generasi berkarakter kuat. Dalam konteks kurikulum merdeka, pembelajaran berbasis sastra memberi ruang bagi anak untuk berpikir kritis dan berempati. Sekolah perlu memperkaya koleksi buku bacaan anak agar siswa memiliki banyak pilihan yang sesuai dengan usia mereka. Pemerintah juga didorong untuk mendukung penerbitan karya sastra anak yang berkualitas dan relevan dengan konteks kehidupan modern. Di era digital, karya sastra dapat dikemas dalam bentuk e-book atau video interaktif agar lebih menarik minat baca. Namun, substansi nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi inti dari sastra anak. Melalui kegiatan membaca bersama, anak-anak belajar membangun dialog dan menghargai pendapat orang lain. Sastra anak bukan hanya tentang cerita, tetapi tentang membentuk manusia yang berakhlak mulia. Dengan memperkuat literasi sastra di sekolah, pendidikan Indonesia akan melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan emosional.