Peran Mahasiswa PGSD Mengajarkan Kecerdasan Sosial-Emosional Sejak Dini
Kita, para calon guru dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD), mengemban amanah besar yang melampaui kurikulum, yaitu membentuk
manusia yang utuh, dan di era penuh tekanan ini, tugas paling krusial adalah
membekali siswa dengan Keterampilan Sosial-Emosional (SEL), sebuah fondasi
kokoh yang memungkinkan mereka mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi
dengan sehat, serta berempati dan menjalin hubungan yang harmonis dengan orang
lain. Kita harus menyadari bahwa anak yang mampu mengatur emosinya—yang tahu cara
menenangkan diri saat marah atau kecewa—adalah anak yang siap belajar secara
optimal, karena otak mereka tidak dibebani oleh kecemasan atau frustrasi,
sehingga SEL bukanlah "pelajaran tambahan," melainkan sistem operasi
yang membuat semua pembelajaran lain berjalan lancar. Oleh karena itu, kita
harus secara sengaja mengintegrasikan praktik SEL ke dalam rutinitas harian,
misalnya dengan mengadakan "Lingkaran Perasaan" setiap pagi, di mana
siswa diberi ruang aman untuk berbagi emosi mereka tanpa takut dihakimi, atau
dengan mengajarkan teknik pernapasan sederhana sebagai "Jeda Tenang"
sebelum memulai tugas yang sulit, yang membantu mereka mengelola stres dan
meningkatkan fokus. Lebih dari sekadar mengajarkan, kita harus menjadi model
hidup dari kecerdasan emosional, menunjukkan empati saat menangani konflik di
kelas, berbicara dengan tenang, dan secara transparan mengakui serta mengelola
emosi kita sendiri di hadapan mereka, karena anak-anak belajar paling banyak
melalui peniruan. Selain itu, kurikulum kita harus mencakup kegiatan yang
membangun kesadaran sosial, seperti proyek kolaborasi yang menuntut kerjasama
tim, atau studi kasus sederhana tentang bullying yang mengajarkan perspektif
dan empati terhadap perasaan orang lain. Pada akhirnya, dengan menjadikan hati
yang peka dan pikiran yang tenang sebagai prioritas, kita sebagai guru PGSD
akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga
kaya secara emosional, mampu menghadapi tantangan hidup dengan ketahanan diri
yang luar biasa, dan siap membangun masyarakat yang lebih peduli dan manusiawi.
Penulis: Adella