Peran Mahasiswa PGSD Menghidupkan Nilai Lokal dalam Jiwa Anak Bangsa
Pendidikan sejatinya adalah proses pembentukan manusia
seutuhnya, sebuah tanggung jawab suci yang diemban oleh kita, calon guru dari
jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), di mana tugas kita melampaui
transfer ilmu pengetahuan semata, kita adalah pengukir karakter dan penjaga
warisan yang bertugas menanamkan benih budi pekerti yang kokoh, di mana
karakter luhur ini tidak boleh terlepas dari akar budaya dan nilai-nilai lokal
yang kaya, sehingga integrasi kearifan lokal dalam setiap mata pelajaran menjadi
kunci untuk menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus
santun dan beradab. Untuk mewujudkan ini, mahasiswa PGSD harus mahir dalam
menyusun strategi pembelajaran yang mengaitkan materi ajar dengan konteks
budaya dan kehidupan sehari-hari siswa, misalnya, saat mengajarkan konsep
matematika tentang bangun ruang, kita dapat menggunakan bentuk-bentuk rumah
adat setempat, atau ketika membahas IPA tentang ekosistem, kita dapat berfokus
pada sistem pertanian atau perikanan tradisional yang menjunjung nilai
keseimbangan alam. Lebih dari itu, pendidikan karakter harus dihidupkan melalui
praktik nyata, bukan sekadar teori di papan tulis, di mana nilai-nilai inti
seperti kejujuran, gotong royong, dan toleransi diintegrasikan melalui
proyek-proyek berbasis komunitas, seperti kegiatan membersihkan lingkungan
sekolah secara bersama-sama yang menumbuhkan rasa kepemilikan dan kerjasama
atau melalui storytelling yang mengangkat cerita rakyat yang mengandung pesan
moral yang kuat, di mana tokoh-tokoh lokal yang menjunjung tinggi keadilan dan
empati dapat menjadi pahlawan yang lebih nyata bagi siswa. Peran kita juga
mencakup menjadi model yang menunjukkan integritas dan empati setiap hari,
karena anak SD belajar karakter melalui peneladanan, sehingga cara kita
berkomunikasi, cara kita menyelesaikan konflik, dan cara kita menghargai setiap
perbedaan di kelas akan menjadi pelajaran karakter yang paling efektif dan
berbekas dalam jiwa mereka. Dengan demikian, kita sebagai guru PGSD, memiliki
mandat untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya tumbuh pintar, tetapi juga
tumbuh menjadi pribadi yang berakar kuat pada budaya bangsa, memiliki hati yang
welas asih, dan siap menjadi agen perubahan positif yang menjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan.
penulis: adella