PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANTU ANAK MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK
pgsd.fip.unesa.ac.id – Tekanan akademik menjadi hal yang umum dialami oleh anak-anak mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tuntutan untuk mendapatkan nilai baik, menyelesaikan tugas, dan bersaing dengan teman sebaya dapat menyebabkan stres, kecemasan, bahkan masalah kesehatan pada anak. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk membantu anak menghadapi dan mengelola tekanan tersebut dengan baik.
Apa yang Menyebabkan Tekanan Akademik pada Anak?
· Tuntutan Nilai Tinggi: Baik dari diri sendiri, orang tua, maupun guru untuk mencapai prestasi akademik yang tinggi.
· Persaingan dengan Teman Sebaya: Anak merasa perlu untuk bersaing agar tidak ketinggalan atau dianggap kurang baik oleh teman-temannya.
· Khawatir tentang Masa Depan: Anak yang sudah memasuki tingkat sekolah menengah atau atas seringkali merasa tertekan karena harus memikirkan pilihan jurusan dan masa depan karir mereka.
· Beban Tugas yang Berlebihan: Jumlah tugas, ujian, dan aktivitas ekstrakurikuler yang terlalu banyak membuat anak merasa tidak punya waktu untuk beristirahat.
Peran Orang Tua yang Efektif
1. Menjadi Pendengar yang Baik; memberikan kesempatan bagi anak untuk bercerita tentang kekhawatiran dan perasaan mereka tanpa menghakimi. Dengarkan dengan penuh perhatian dan coba memahami sudut pandang anak.
2. Menetapkan Harapan yang Realistis; jangan memaksakan anak untuk mencapai target yang terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kemampuannya. Berikan dukungan dan apresiasi pada setiap usaha yang mereka lakukan, bukan hanya pada hasil akhir.
3. Membantu Mengatur Waktu Belajar; membantu anak membuat jadwal belajar yang seimbang, dengan menyisakan waktu untuk istirahat, bermain, dan melakukan hobi. Hindari memaksa anak untuk belajar terus-menerus tanpa jeda.
4. Mendorong Gaya Hidup Sehat;Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Kesehatan fisik yang baik akan membantu anak mengelola stres dengan lebih baik.
5. Tidak Membandingkan dengan Anak Lain; setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Jangan pernah membandingkan prestasi anak Anda dengan teman-temannya, karena hal ini hanya akan meningkatkan tekanan dan membuat anak merasa minder.
6. Berkomunikasi dengan Guru; hubungi guru secara berkala untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah dan bekerja sama untuk menemukan solusi jika anak menghadapi kesulitan dalam pembelajaran.
Tanda-tanda Anak Terlalu Tertekan
o Perubahan suasana hati yang drastic
o Sulit tidur atau terlalu banyak tidur
o Hilangnya nafsu makan atau makan berlebihan
o Menurunnya prestasi akademik
o Menarik diri dari aktivitas yang biasanya disukai
Sumber gambar: https://pin.it/7KglstJPf
Penulis: Salsabila Qothrunnada