pgsd.fip.unesa.ac.id- Pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan yang efektif untuk menstimulasi kreativitas siswa sekolah dasar. Dalam PjBL, siswa terlibat dalam penyelesaian proyek nyata yang memerlukan pemikiran kritis, kerja sama, dan inovasi. Keterlibatan aktif ini mendorong siswa mengembangkan ide-ide baru melalui pengalaman langsung.
Pada pelaksanaannya, guru berperan merancang proyek yang relevan, menantang, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Proyek seperti membuat poster kampanye lingkungan, merancang miniatur bangunan, atau menyusun cerita bergambar memungkinkan siswa menggabungkan imajinasi dengan keterampilan akademik. Skenario proyek yang baik akan menuntut siswa berpikir kreatif dan mencari solusi.
Kolaborasi menjadi komponen penting dalam PjBL, karena siswa belajar bekerja dalam kelompok kecil, berbagi tugas, serta mengintegrasikan ide dari berbagai anggota. Proses ini tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan manajemen diri. Interaksi antar siswa membantu mereka melihat permasalahan dari perspektif yang berbeda.
Selain itu, penggunaan berbagai media dan bahan dalam proyek memungkinkan siswa bereksperimen dengan cara yang lebih luas. Guru dapat menyediakan alat seni, bahan daur ulang, perangkat digital sederhana, atau sumber belajar visual untuk memperkaya eksplorasi siswa. Variasi media memperluas kemungkinan kreativitas yang muncul selama proses pengerjaan proyek.
Implementasi PjBL secara berkelanjutan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kreativitas siswa. Pendekatan ini melatih mereka untuk berani mencoba, tidak takut salah, dan mampu mengembangkan ide secara mandiri. Hasilnya bukan hanya produk proyek, tetapi juga kemampuan berpikir kreatif yang akan berguna dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
penulis: adeluh febiola
gambar: google