Peran Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SD
pgsd.fip.unesa.ac.id – Pembelajaran kontekstual menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Pendekatan ini menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, konsep yang dipelajari tidak terasa abstrak, tetapi bermakna dan relevan untuk dipahami serta diterapkan.
Guru dapat menerapkan pembelajaran kontekstual dengan memberikan contoh konkret yang familiar bagi siswa. Misalnya, saat mempelajari konsep pecahan, guru dapat menggunakan potongan kue atau makanan yang sering ditemui siswa. Cara ini membuat materi lebih mudah dipahami karena siswa dapat melihat langsung representasi dari konsep yang diajarkan.
Selain memberikan contoh nyata, pembelajaran kontekstual juga dapat dilakukan melalui kegiatan praktik atau eksperimen sederhana. Kegiatan seperti mengamati perubahan wujud benda, menanam tanaman, atau mengukur panjang benda di sekitar kelas dapat membantu siswa memahami konsep IPA dan Matematika secara lebih mendalam. Aktivitas langsung ini membuat siswa terlibat secara aktif dan meningkatkan rasa ingin tahu mereka.
Lingkungan sekitar sekolah juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual. Guru dapat mengajak siswa melakukan pengamatan di taman sekolah, perpustakaan, atau lingkungan sekitar untuk menghubungkan teori dengan fakta lapangan. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga melatih keterampilan observasi dan analisis.
Dengan pembelajaran kontekstual, siswa dapat membangun pemahaman konsep secara lebih kuat karena mereka belajar melalui pengalaman langsung. Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan motivasi belajar karena materi terasa lebih dekat dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang relevan akan membantu siswa mengingat konsep lebih lama dan mampu menerapkannya dalam situasi baru.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google