PERAN PLATFORM DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR CALON GURU SEKOLAH DASAR
Di era pendidikan modern, calon guru
sekolah dasar dituntut untuk menguasai keterampilan mengajar yang tidak hanya
efektif tetapi juga kreatif dan adaptif. Data Kemendikbud 2023 menunjukkan
bahwa 54% mahasiswa pendidikan masih kesulitan merancang media pembelajaran
yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa SD. Perkembangan teknologi
membuka peluang besar dengan hadirnya berbagai platform digital yang dapat
membantu calon guru belajar, berlatih, dan berinovasi. Platform seperti YouTube
Edu, Google Classroom, Canva for Education, hingga SimPKB memberikan ruang
belajar mandiri yang fleksibel dan mudah diakses. Seiring meningkatnya
kebutuhan pembelajaran digital, calon guru perlu mengikuti perkembangan ini
agar tidak tertinggal. Kondisi ini memperlihatkan pentingnya peran platform
digital sebagai pendukung kompetensi pedagogik mahasiswa PGSD.
Platform digital memberikan banyak
manfaat bagi calon guru dalam mengembangkan kemampuan mengajar. Melalui video
pembelajaran, tutorial praktik mengajar, dan simulasi kelas, mahasiswa dapat
mempelajari berbagai model, metode, dan strategi pembelajaran dengan lebih
mudah. Fitur-fitur interaktif memungkinkan mereka memahami contoh nyata
penerapan pendekatan Saintifik, PBL, STEM, atau diferensiasi di kelas SD.
Selain itu, platform seperti Canva dan Genially memberikan kemudahan dalam
mendesain media pembelajaran yang visual dan menarik. Calon guru juga dapat
mengikuti webinar, kursus singkat, atau kelas daring yang memperkaya wawasan
pedagogik mereka. Dengan memanfaatkan semua fasilitas ini, mahasiswa menjadi
lebih siap melakukan microteaching dan praktik lapangan.
Tidak hanya itu, platform digital juga
menjadi ruang bagi calon guru untuk berlatih menciptakan konten edukatif mereka
sendiri. Mahasiswa dapat membuat video pembelajaran sederhana, materi visual,
ataupun modul digital yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Konten-konten
tersebut dapat dibagikan melalui TikTok Edu, YouTube, atau Instagram untuk
mengasah kemampuan komunikasi pendidikan secara kreatif. Dengan berlatih
membuat konten, mahasiswa secara tidak langsung meningkatkan kemampuan literasi
digital dan storytelling. Mereka juga dapat menerima masukan dari publik, teman
sekelas, atau dosen untuk memperbaiki kualitas pengajaran. Upaya ini membangun
kepercayaan diri serta kemampuan berpikir inovatif sebagai calon pendidik
profesional.
Platform digital juga mendukung
kolaborasi antarmahasiswa dan guru. Melalui Google Classroom, Padlet, atau
Drive, mahasiswa dapat bekerja bersama dalam proyek media pembelajaran, menilai
tugas teman, dan saling berbagi ide kreatif. Kolaborasi ini menumbuhkan budaya
refleksi dan diskusi yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan kompetensi
mengajar. Selain itu, calon guru dapat mempelajari praktik baik dari
sekolah-sekolah inovatif di seluruh Indonesia melalui platform resmi
Kemendikbud. Dengan akses informasi yang luas, mahasiswa dapat menyesuaikan
gaya mengajar dengan kebutuhan anak SD masa kini yang lebih visual dan digital.
Platform tersebut menjadikan proses belajar mengajar lebih terarah dan
komprehensif.
Dengan demikian, platform digital
memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan mengajar calon guru
sekolah dasar di era modern. Teknologi membantu mahasiswa belajar secara
mandiri, menciptakan media pembelajaran, serta memahami praktik mengajar yang
efektif dan relevan. Calon guru perlu memanfaatkan platform ini secara optimal
agar mampu bersaing dan siap menghadapi tuntutan kelas digital. Rekomendasi ke
depan adalah mendorong kampus menyediakan pelatihan digital literasi, workshop
media pembelajaran, dan kolaborasi riset antar mahasiswa. Selain itu, integrasi
platform digital dalam kurikulum PGSD sangat penting untuk memperkuat
kompetensi pedagogik. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, calon guru
masa depan akan mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik,
menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Penulis: Etika Meilani