Perbandingan Pendidikan Indonesia dengan Dunia: Melihat Posisi dan Peluang Perbaikan
Pendidikan merupakan indikator penting kemajuan suatu bangsa. Bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara-negara lain di dunia? Data dan perbandingan dapat memberikan gambaran objektif tentang pencapaian dan area yang perlu diperbaiki.
Perbandingan Skor PISA
2022: Indonesia di Mata Internasional
Programme for International Student Assessment (PISA) adalah
standar global untuk mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun dalam literasi
membaca, matematika, dan sains. Berikut perbandingan Indonesia dengan
negara-negara lain:
|
Negara |
Matematika |
Membaca |
Sains |
Peringkat Keseluruhan |
|
Singapura |
575 |
543 |
561 |
1 |
|
Hong Kong |
540 |
500 |
520 |
6 |
|
Korea Selatan |
527 |
515 |
528 |
7 |
|
Vietnam |
469 |
462 |
472 |
32 |
|
Malaysia |
409 |
388 |
435 |
58 |
|
Thailand |
394 |
379 |
409 |
62 |
|
INDONESIA |
366 |
359 |
383 |
67 |
|
Rata-rata OECD |
472 |
476 |
485 |
- |
Analisis Data:
Skor Indonesia dalam PISA 2022 menunjukkan penurunan
dibanding 2018. Matematika turun dari 379 menjadi 366, membaca dari 371 menjadi
359, dan sains dari 396 menjadi 383. Meskipun peringkat Indonesia naik 5-6
posisi karena banyak negara mengalami penurunan lebih drastis akibat pandemi,
namun skor absolut Indonesia masih jauh di bawah rata-rata OECD.
Yang menarik, hanya 18 persen siswa Indonesia yang mencapai
level 2 dalam matematika (kompetensi minimum), sementara rata-rata OECD
mencapai 69 persen. Di Singapura yang menduduki peringkat pertama, sekitar 41
persen siswa mencapai level 5 dan 6 (level tertinggi), sedangkan hampir tidak
ada siswa Indonesia yang mencapai level tersebut.
Perbandingan Indikator
Pendidikan Regional ASEAN
|
Indikator |
Indonesia |
Singapura |
Malaysia |
Thailand |
Vietnam |
Filipina |
|
Angka Partisipasi Sekolah Menengah |
78% |
99% |
87% |
82% |
89% |
85% |
|
Rasio Guru-Siswa (SD) |
1:15 |
1:12 |
1:12 |
1:16 |
1:19 |
1:28 |
|
Anggaran Pendidikan (% PDB) |
3.5% |
2.9% |
4.8% |
4.1% |
5.7% |
4.0% |
|
Tingkat Literasi Dewasa |
96% |
97% |
95% |
93% |
95% |
96% |
|
Rata-rata Lama Sekolah |
8.5 tahun |
11.5 tahun |
10.6 tahun |
7.9 tahun |
8.2 tahun |
9.3 tahun |
Kesenjangan Pendidikan
Dalam Negeri
Salah satu tantangan unik Indonesia adalah kesenjangan
kualitas pendidikan antar wilayah yang sangat lebar:
|
Wilayah |
Angka Partisipasi (%) |
Rata-rata Lama Sekolah |
IPM Pendidikan |
|
DKI Jakarta |
98.5 |
11.2 tahun |
89.2 |
|
Jawa Barat |
92.3 |
8.9 tahun |
76.5 |
|
Kalimantan |
88.7 |
8.1 tahun |
73.8 |
|
Sulawesi |
85.4 |
7.8 tahun |
71.2 |
|
Maluku |
82.1 |
7.2 tahun |
68.9 |
|
Papua |
68.4 |
6.1 tahun |
55.3 |
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya
bersaing dengan negara lain, tetapi juga harus mengatasi ketimpangan internal yang
signifikan.
Faktor Kesuksesan Negara
dengan Sistem Pendidikan Terbaik
Singapura (Peringkat 1 PISA 2022):
● Seleksi guru sangat ketat, hanya 30
persen teratas lulusan universitas yang bisa menjadi guru
● Pelatihan guru berkelanjutan dengan
fokus pada pedagogi inovatif
● Investasi besar dalam teknologi
pendidikan dan laboratorium modern
● Kurikulum yang fleksibel dengan
fokus pada pemecahan masalah dan berpikir kritis
● Rasio guru-siswa yang ideal
memungkinkan pembelajaran yang dipersonalisasi
Finlandia (Konsisten Top 10):
● Tidak ada ujian nasional hingga usia
16 tahun, fokus pada pembelajaran holistik
● Guru harus memiliki gelar master dan
profesi guru sangat dihormati
● Waktu belajar lebih pendek tetapi
lebih efektif dengan fokus pada kualitas
● Pendidikan gratis sepenuhnya dari TK
hingga universitas
● Kesetaraan akses pendidikan di
seluruh negara tanpa kesenjangan signifikan
Vietnam (Prestasi Luar Biasa dengan Ekonomi Terbatas):
● Budaya menghargai pendidikan yang
sangat kuat dalam masyarakat
● Fokus intensif pada matematika dan
sains sejak dini
● Sistem pembelajaran yang terstruktur
dengan standar tinggi
● Komitmen guru yang tinggi meskipun
gaji relatif rendah
● Program remedial yang efektif untuk
siswa yang tertinggal
Pelajaran untuk
Indonesia
Dari Singapura: Indonesia dapat belajar tentang pentingnya seleksi dan
pelatihan guru berkualitas tinggi. Tidak semua lulusan pendidikan harus menjadi
guru, hanya yang terbaik dan paling berkomitmen.
Dari Finlandia: Mengurangi tekanan ujian dan lebih fokus pada pemahaman
konseptual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran jangka panjang. Pendidikan
bukan hanya tentang skor, tetapi tentang mengembangkan manusia seutuhnya.
Dari Vietnam: Dengan sumber daya terbatas, Vietnam membuktikan bahwa
komitmen budaya terhadap pendidikan dan kerja keras dapat menghasilkan prestasi
luar biasa. Indonesia dengan sumber daya lebih besar seharusnya bisa mencapai
lebih.
Strategi Menuju
Pendidikan Berkelas Dunia
Berdasarkan perbandingan dengan negara-negara sukses,
Indonesia perlu:
Jangka Pendek (1-3 tahun):
● Meningkatkan kualitas pelatihan guru
dengan fokus pada metode pengajaran modern
● Memperluas akses internet dan
perangkat digital ke seluruh sekolah
● Memperbaiki infrastruktur dasar
sekolah di daerah tertinggal
● Implementasi kurikulum yang
konsisten dengan evaluasi berkelanjutan
Jangka Menengah (3-7 tahun):
● Meningkatkan standar seleksi dan
remunerasi guru
● Membangun sistem pendidikan vokasi
yang terintegrasi dengan industri
● Mengurangi kesenjangan kualitas
antara sekolah kota dan desa
● Mengembangkan sistem asesmen yang fokus
pada pemahaman, bukan hafalan
Jangka Panjang (7-15 tahun):
● Mencapai skor PISA setara rata-rata
OECD pada 2045
● Memastikan tidak ada kesenjangan kualitas
pendidikan antar wilayah
● Menjadikan profesi guru sebagai
pilihan karir paling prestisius
● Mengintegrasikan teknologi AI dan
pembelajaran adaptif di semua sekolah
Optimisme untuk Masa
Depan
Meskipun masih tertinggal, Indonesia menunjukkan tren
positif. Peringkat yang naik meski skor turun menunjukkan resiliensi sistem
pendidikan Indonesia menghadapi pandemi lebih baik dari banyak negara.
Program-program seperti Guru Penggerak, Kurikulum Merdeka, dan digitalisasi
pendidikan menunjukkan arah yang tepat.
Dengan populasi muda yang besar, sumber daya alam yang
melimpah, dan semangat untuk maju, Indonesia memiliki semua bahan untuk
menciptakan sistem pendidikan berkelas dunia. Yang dibutuhkan adalah komitmen
konsisten, investasi strategis, dan kerja sama semua pihak untuk mewujudkan
visi pendidikan Indonesia yang unggul dan merata.
Perbandingan dengan negara lain bukan untuk membuat pesimis,
tetapi untuk memberikan inspirasi dan pembelajaran. Setiap negara yang kini
sukses dalam pendidikan pernah mengalami fase pembangunan. Indonesia sedang
dalam perjalanan tersebut, dan dengan langkah yang tepat, masa depan pendidikan
Indonesia sangat menjanjikan.
Oleh : Syafrizal Isnain Maulana