Perpustakaan Digital Meningkat Pesat: Buku Fisik Masih Diminati?
pgsd.fip.unesa.ac.id – Perkembangan perpustakaan digital dalam beberapa tahun terakhir meningkat dengan sangat pesat. Pelajar dan mahasiswa kini semakin terbiasa mengakses buku, jurnal, dan artikel melalui gawai mereka. Kemudahan akses dan hemat waktu menjadi alasan utama mengapa perpustakaan digital begitu populer di kalangan generasi muda.
Meskipun banyak yang beralih ke format digital, buku fisik ternyata masih memiliki tempat tersendiri. Banyak pembaca merasa lebih nyaman membaca buku cetak karena tidak membuat mata cepat lelah. Selain itu, sensasi membalik halaman dan aroma khas buku menjadi pengalaman yang tidak tergantikan oleh teknologi digital.
Perpustakaan sekolah dan kampus juga mulai mengadaptasi kebutuhan tersebut dengan menyediakan layanan hybrid. Artinya, siswa dapat meminjam buku fisik, tetapi juga memiliki akses ke ribuan koleksi digital dalam satu platform. Model ini terbukti memudahkan pelajar, terutama saat mencari referensi secara cepat dan lengkap.
Di sisi lain, perkembangan perpustakaan digital menghadirkan tantangan baru, terutama bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas teknologi memadai. Keterbatasan internet dan perangkat menjadi kendala dalam pemerataan akses. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah dan lembaga pendidikan sangat penting untuk menyediakan fasilitas yang inklusif.
Perpustakaan digital dan fisik sejatinya dapat saling melengkapi. Dengan memaksimalkan keduanya, siswa dapat memperoleh pengalaman membaca yang lebih kaya dan fleksibel. Transformasi ini menunjukkan bahwa budaya literasi tetap kuat, meskipun bentuknya terus berkembang mengikuti zaman.
penulis: adeluh febiola