Popularitas Kurikulum Fleksibel Meningkat di Kalangan Sekolah Dasar
pgsd.fip.unesa.ac.id– Kurikulum fleksibel kini menjadi tren utama di berbagai sekolah dasar pada tahun 2025. Pendekatan ini memberikan kebebasan bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa, bukan sekadar mengikuti struktur kurikulum yang kaku. Dengan fleksibilitas tersebut, guru dapat mengatur alur materi, jenis aktivitas, hingga metode evaluasi berdasarkan kemampuan, minat, dan kecepatan belajar siswa. Hal ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan karena pembelajaran menjadi lebih relevan dan ramah anak.
Salah satu keunggulan utama kurikulum fleksibel adalah kemampuannya mengakomodasi perbedaan kemampuan antar siswa. Tidak semua siswa memahami konsep dengan kecepatan yang sama, sehingga guru memiliki ruang untuk melakukan pengayaan bagi yang cepat dan memberikan pendampingan lebih bagi yang membutuhkan. Selain itu, materi dapat disampaikan melalui berbagai pendekatan seperti diskusi, eksperimen, proyek, atau simulasi digital, sehingga setiap siswa dapat belajar sesuai gaya belajarnya.
Kurikulum fleksibel juga membantu menciptakan suasana belajar yang lebih kreatif dan menyenangkan. Guru tidak lagi terbelenggu oleh batasan waktu yang ketat untuk menyelesaikan satu topik. Mereka dapat memperdalam materi jika siswa menunjukkan ketertarikan, atau berpindah topik jika materi sudah dipahami dengan baik. Siswa menjadi lebih aktif karena pembelajaran terasa lebih alami dan tidak terburu-buru. Pendekatan ini berhasil meningkatkan motivasi belajar serta partisipasi siswa di kelas.
Selain itu, fleksibilitas kurikulum mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran. Guru dapat memasukkan media interaktif seperti video, animasi, atau permainan edukasi untuk mendukung pemahaman konsep. Dengan alat bantu digital, materi yang kompleks dapat disampaikan dengan lebih sederhana dan menarik. Penggabungan teknologi dan kurikulum fleksibel menjadikan pembelajaran lebih variatif dan kontekstual bagi siswa masa kini.
Dengan berbagai manfaatnya, tidak mengherankan jika kurikulum fleksibel terus meningkat popularitasnya di kalangan sekolah dasar. Pendekatan ini tidak hanya membuat proses belajar lebih efektif, tetapi juga membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian. Kurikulum fleksibel menjadi bukti bahwa pendidikan dapat terus berkembang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih humanis dan relevan dengan tuntutan zaman.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google