Program 75 Hari Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Secara Nyata
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Program 75 Hari
menunjukkan dampak nyata dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi
siswa di berbagai wilayah. Program ini dirancang sebagai intervensi intensif
dengan durasi waktu yang terukur dan strategi pembelajaran yang terfokus. Dalam
kurun waktu tersebut, siswa dibimbing secara konsisten melalui aktivitas
membaca, menulis, berhitung, dan pemecahan masalah kontekstual. Pendekatan yang
digunakan menekankan praktik langsung dibandingkan hafalan semata. Hasil awal
menunjukkan peningkatan pemahaman bacaan dan ketepatan berhitung pada sebagian
besar peserta. Selain itu, kepercayaan diri siswa dalam menghadapi soal
berbasis penalaran juga meningkat. Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan
pembelajaran dasar saat ini. Upaya tersebut menjadi bukti bahwa waktu singkat
dapat memberikan hasil signifikan jika dirancang dengan tepat.
Pelaksanaan Program 75 Hari
dilakukan dengan metode pembelajaran yang sederhana namun terstruktur. Setiap
sesi dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan logis secara
bertahap. Materi disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa agar tidak menimbulkan
beban belajar berlebihan. Aktivitas literasi dikemas melalui teks kontekstual
yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, numerasi diperkuat
melalui soal berbasis masalah nyata. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah
memahami konsep abstrak. Proses belajar juga mendorong partisipasi aktif siswa
dalam diskusi dan latihan. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna
dan tidak monoton.
Selama program berlangsung,
pemantauan perkembangan siswa dilakukan secara berkala. Evaluasi harian dan
mingguan digunakan untuk melihat kemajuan literasi dan numerasi secara
objektif. Data hasil evaluasi menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari waktu
ke waktu. Siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan mulai menunjukkan kemajuan
signifikan. Kemampuan memahami instruksi tertulis juga mengalami perbaikan.
Dalam aspek numerasi, siswa lebih mampu mengaitkan konsep angka dengan situasi
nyata. Proses refleksi menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Hal ini
membantu siswa menyadari perkembangan kemampuan mereka sendiri.
Dampak Program 75 Hari tidak hanya
terlihat pada aspek akademik, tetapi juga pada sikap belajar siswa. Siswa
menjadi lebih disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar secara rutin. Motivasi
belajar meningkat seiring dengan keberhasilan kecil yang mereka capai setiap
hari. Lingkungan belajar yang mendukung turut memperkuat konsistensi program
ini. Aktivitas belajar dirancang agar tetap menyenangkan dan menantang. Hal
tersebut mengurangi rasa jenuh dalam proses pembelajaran. Siswa juga lebih
berani mengemukakan pendapat dan mencoba menyelesaikan soal secara mandiri.
Perubahan sikap ini menjadi indikator penting keberhasilan program.
Keberhasilan Program 75 Hari
menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan numerasi dapat dicapai melalui
strategi yang terencana. Program ini memberikan gambaran bahwa kualitas
pembelajaran tidak selalu ditentukan oleh durasi yang panjang. Fokus pada kebutuhan
dasar siswa menjadi kunci utama dalam pencapaian hasil. Pendekatan bertahap
membantu siswa membangun pemahaman secara kuat. Program ini juga dapat
dijadikan referensi untuk pengembangan pembelajaran serupa. Evaluasi
berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas program. Dengan
perencanaan yang tepat, hasil belajar dapat ditingkatkan secara nyata. Program
75 Hari membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah
sederhana namun konsisten.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto