Program Literasi Digital Bantu Siswa Berpikir Kreatif dan Etis
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Program literasi
digital semakin diminati karena mampu membekali siswa dengan keterampilan
berpikir kreatif dan etis. Aktivitas ini dirancang agar peserta tidak hanya
mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memilah informasi secara bijak.
Kegiatan pembelajaran memanfaatkan berbagai platform digital untuk meningkatkan
kemampuan analisis siswa. Sesi interaktif mendorong siswa mengeksplorasi ide
baru melalui proyek kreatif. Selain itu, siswa diajarkan prinsip etika digital,
termasuk menjaga privasi dan menghormati hak cipta. Materi literasi digital
juga menekankan pentingnya berpikir kritis dalam menilai konten online. Dengan
cara ini, peserta diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dunia digital yang
kompleks. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa yang antusias
mengikuti setiap sesi.
Pendekatan pembelajaran yang
diterapkan membuat siswa lebih aktif dalam proses belajar. Setiap materi
disajikan dalam bentuk praktik langsung agar peserta bisa segera menerapkan
pengetahuan. Diskusi kelompok menjadi salah satu metode untuk menstimulasi
kreativitas dan kolaborasi. Siswa diberikan kesempatan membuat konten digital
yang mendukung pembelajaran mereka. Pembelajaran juga menekankan dampak sosial
dan etika penggunaan teknologi. Metode ini mendorong siswa berpikir kritis
terhadap informasi yang mereka temui sehari-hari. Hasil observasi menunjukkan
peningkatan kemampuan analisis dan kreativitas peserta. Siswa merasa lebih
percaya diri dalam mengekspresikan ide melalui media digital.
Program ini juga fokus pada
pengembangan karakter siswa melalui literasi digital. Etika dan tanggung jawab
dalam menggunakan teknologi menjadi salah satu kompetensi utama. Peserta
dilatih untuk membuat keputusan bijak dalam situasi digital yang kompleks.
Siswa belajar mengenali konten yang menyesatkan dan bagaimana menghindarinya.
Selain itu, kreativitas ditingkatkan dengan kegiatan membuat proyek multimedia.
Interaksi digital yang sehat turut diajarkan sebagai bagian dari pembelajaran.
Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan setiap siswa memahami materi secara
mendalam. Aktivitas ini mendorong siswa menjadi lebih mandiri dan kritis.
Manfaat program literasi digital
terlihat dari kemampuan siswa mengintegrasikan teknologi dalam kehidupan
sehari-hari. Siswa dapat membuat presentasi kreatif hingga menyusun proyek
kolaboratif secara digital. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran mereka
terhadap isu-isu etis dalam penggunaan teknologi. Peserta diajak untuk selalu
mempertimbangkan dampak tindakan digital terhadap orang lain. Pembelajaran yang
menekankan kreativitas membuat siswa lebih inovatif dalam memecahkan masalah.
Setiap sesi dirancang agar siswa menikmati proses belajar sambil berlatih
berpikir kritis. Respon positif dari peserta mendorong penyelenggara
meningkatkan kualitas program. Hal ini menjadi bukti bahwa literasi digital
dapat menjadi sarana pengembangan kompetensi abad 21.
Dengan penerapan program ini,
diharapkan siswa mampu menjadi pengguna teknologi yang kreatif dan bertanggung
jawab. Literasi digital tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi
juga membentuk karakter dan etika. Peserta belajar untuk berpikir analitis
sekaligus mengembangkan imajinasi mereka. Aktivitas kreatif yang disediakan
menumbuhkan rasa percaya diri dalam berinovasi. Etika digital menjadi fondasi
agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak. Program ini mendorong
terciptanya generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. Siswa semakin
paham pentingnya berpikir kritis dan kreatif dalam kehidupan digital.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa literasi digital dapat menjadi
jembatan antara kreativitas, pengetahuan, dan etika.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto