Proyek Zero Waste Class di Sekolah Dasar
Proyek Zero Waste Class merupakan inisiatif inovatif yang mengajak peserta didik untuk belajar tanpa menghasilkan sampah. Dalam kegiatan ini, setiap kelas berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memanfaatkan barang-barang yang dapat didaur ulang. Guru memberikan pengarahan tentang prinsip 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle. Siswa diajak membawa bekal tanpa kemasan plastik serta menggunakan botol minum isi ulang. Melalui pendekatan ini, sekolah menanamkan kebiasaan ramah lingkungan secara konsisten. Setiap minggu, dilakukan evaluasi untuk menilai sejauh mana kelas telah berhasil mengurangi sampah. Kegiatan ini memacu semangat kompetisi positif di antara siswa. Selain itu, proyek ini juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab bersama. Zero Waste Class menjadi contoh konkret bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di ruang belajar.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua. Guru mengawasi penerapan kebiasaan ramah lingkungan selama kegiatan belajar berlangsung. Orang tua mendukung dengan menyiapkan bekal ramah lingkungan dari rumah. Siswa diberi tugas membuat laporan mingguan mengenai pengelolaan sampah kelas mereka. Hasilnya kemudian dipresentasikan dan dipamerkan dalam kegiatan sekolah. Melalui proses ini, anak-anak belajar berpikir kritis dan kreatif untuk menemukan solusi berkelanjutan. Kegiatan seperti lomba kelas bersih dan bebas sampah turut menambah semangat partisipasi. Selain itu, guru mengaitkan program ini dengan pelajaran IPA dan IPS agar lebih kontekstual.
Proyek Zero Waste Class membentuk karakter peserta didik yang peduli, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, menciptakan budaya sekolah yang hijau dan berkelanjutan.