SAAT SEKOLAH DAN RUMAH BERSATU: ANAK LEBIH MUDAH BERKEMBANG
Sumber: https://pin.it/4SKubr09R
Perkembangan anak pada dasarnya dimulai dari lingkungan keluarga yang menjadi tempat pertama mereka belajar tentang banyak hal. Keluarga menyediakan suasana yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, sehingga pengaruhnya akan sangat besar dalam membentuk perilaku dan karakter mereka. Ketika anak sudah memasuki usia sekolah, barulah peran guru hadir untuk melanjutkan proses pendidikan yang sudah dimulai di rumah. Meskipun demikian, waktu yang dihabiskan anak di rumah tetap lebih banyak dibandingkan di sekolah. Hal ini membuat orangtua memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh pihak mana pun. Orangtua perlu meluangkan waktu untuk memperhatikan perkembangan anak, baik dari aspek emosional, sosial, maupun sikap sehari-hari. Dengan kedekatan tersebut, anak akan lebih terbuka untuk bercerita dan menunjukkan perilaku mereka yang sebenarnya. Lingkungan keluarga yang responsif menjadi fondasi awal bagi anak sebelum mereka belajar di lingkungan sekolah.
Peran orangtua dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak sangat penting, terutama dalam hal komunikasi dan pemberian teladan. Ketika orangtua menyediakan ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan mereka, hubungan orangtua dan anak akan semakin kuat. Selain itu, orangtua perlu memberikan contoh yang baik melalui sikap tegas namun tetap objektif. Apabila anak melakukan kesalahan, orangtua seharusnya tidak membela tanpa alasan yang jelas. Tindakan ini menjadi pembelajaran agar anak mampu bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan. Sikap objektif tersebut juga menjadi contoh yang akan melekat dalam diri anak saat mereka tumbuh dewasa. Pembiasaan seperti ini membantu membangun karakter yang lebih stabil pada diri anak. Dengan keteladanan orangtua, anak lebih mudah memahami nilai-nilai moral yang nantinya juga diajarkan di sekolah.
Ketika anak sudah memasuki jenjang pendidikan formal, guru turut mengambil peran penting dalam mengembangkan karakter dan kemampuan anak. Guru bukan hanya menyampaikan materi akademis, tetapi juga membentuk sikap, perilaku, dan keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses pembelajaran yang terarah, guru membantu anak menerapkan nilai-nilai karakter yang telah mereka pelajari di rumah. Proses ini akan berjalan lebih efektif apabila apa yang diajarkan di sekolah selaras dengan pembiasaan di lingkungan keluarga. Guru juga dapat melihat perkembangan siswa dari interaksi mereka di kelas maupun di luar kelas. Pengamatan ini memberikan gambaran mengenai kebutuhan anak dalam proses tumbuh kembangnya. Selain itu, guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai dengan karakter dan kondisi masing-masing siswa. Dengan pemahaman tersebut, guru bisa memberikan bimbingan yang lebih tepat.
Kerja sama antara guru dan orangtua menjadi kunci keberhasilan dalam mendukung perkembangan anak. Guru yang mengawasi aktivitas siswa di sekolah dapat memberikan informasi mengenai perkembangan anak secara berkala. Biasanya, komunikasi dilakukan melalui media yang mudah diakses, sehingga orangtua tetap mengetahui perkembangan anak selama proses belajar berlangsung. Informasi tersebut dapat berupa catatan perilaku, perkembangan akademis, atau hal-hal kecil yang perlu diperhatikan. Ketika jadwal pembagian rapor tiba, orangtua dan guru bisa berdiskusi lebih mendalam terkait hal-hal yang perlu ditingkatkan. Diskusi semacam ini membantu menemukan strategi yang tepat agar anak mendapatkan dukungan terbaik di rumah maupun di sekolah. Guru juga dapat memberikan rekomendasi aktivitas yang sesuai dengan karakter atau kemampuan anak. Dengan demikian, orangtua dapat menyesuaikan pola pendampingan di rumah dengan kebutuhan anak.
Apabila kolaborasi antara keluarga dan sekolah berjalan harmonis, maka perkembangan anak dapat berlangsung lebih optimal. Anak akan merasakan dukungan yang konsisten baik dari rumah maupun lingkungan belajar di sekolah. Konsistensi ini membantu anak berpikir lebih reflektif terhadap setiap tindakan yang mereka lakukan. Anak juga lebih mudah memahami nilai-nilai karakter karena mendapatkan contoh yang sama dari dua lingkungan penting tersebut. Sikap reflektif membuat anak mampu mengevaluasi perbuatan mereka dan belajar memperbaiki diri. Dengan arahan yang tepat, anak dapat membangun rasa tanggung jawab dan kesadaran diri yang lebih tinggi. Lingkungan yang mendukung seperti ini juga membantu membentuk kepercayaan diri anak dalam menghadapi berbagai tantangan. Pada akhirnya, kerja sama antara orangtua, guru, dan anak menjadi dasar penting untuk menciptakan perkembangan yang selaras dan menyeluruh.
Penulis: Shinta Aulya Fahkruz Komari