Simoli Dorong Minat Literasi Anak Papua Sejak Usia Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id Program layanan literasi keliling bertajuk “Si Mobil Literasi (Simoli)” hadir menjadi angin segar bagi anak-anak di Papua. Program ini membawa berbagai buku bacaan dan media belajar berhitung yang menarik bagi anak usia dini. Simoli berupaya menjangkau daerah yang sulit akses sumber belajar. Anak-anak diberikan pengalaman belajar menyenangkan melalui buku cerita dan permainan edukatif. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Mereka menilai program ini mampu menumbuhkan semangat belajar sejak dini. Simoli juga memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenal huruf dan angka secara menyenangkan. Upaya ini diharapkan meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi.
Inisiatif ini fokus mengurangi kesenjangan akses pendidikan di wilayah terpencil. Anak-anak yang sebelumnya jarang bersentuhan dengan buku kini lebih dekat dengan dunia literasi. Para pendamping kegiatan memberikan bimbingan belajar sambil bermain. Mereka mengajak anak bercerita dan berhitung melalui aktivitas interaktif. Setiap kunjungan Simoli dirancang penuh keceriaan dan edukasi. Masyarakat turut terlibat dalam pendampingan kegiatan anak-anak. Sinergi yang terbangun memperkuat lingkungan belajar yang positif. Diharapkan program ini terus berkelanjutan dan semakin meluas.
Simoli tidak hanya mendorong kemampuan membaca, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri anak. Mereka dapat mengekspresikan diri melalui gambar, nyanyian, dan cerita. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan nilai moral positif melalui bacaan. Anak-anak lebih aktif bertanya dan menunjukkan minat terhadap materi baru. Program ini memberi pengalaman belajar berbeda dari rutinitas sehari-hari. Setiap kegiatan ditutup dengan evaluasi sederhana yang menyenangkan. Anak-anak mendapatkan apresiasi kecil untuk memotivasi mereka. Harapannya, semangat belajar ini terbawa hingga mereka dewasa.
Perjalanan Simoli selalu memberikan cerita inspiratif dari berbagai daerah. Banyak orang tua merasa terbantu dengan hadirnya sarana belajar yang mudah dijangkau. Mereka berharap kegiatan ini semakin sering dilakukan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak lebih mudah memahami konsep dasar. Buku bergambar menjadi daya tarik utama dalam mengenalkan literasi. Sementara permainan numerasi membantu meningkatkan kemampuan berhitung awal. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan orang tua dan anak dalam belajar. Lingkungan belajar yang hangat membuat anak semakin antusias.
Program literasi keliling ini diharapkan menjadi pemantik kemajuan pendidikan di Papua. Semakin banyak anak yang memiliki kesempatan belajar akan berdampak pada masa depan mereka. Simoli menjadi contoh bahwa pendekatan kreatif sangat diperlukan dalam pendidikan. Apalagi untuk wilayah yang memiliki tantangan geografis khusus. Dengan dukungan masyarakat, program ini dapat tumbuh lebih besar. Anak-anak diberi ruang untuk bermimpi dan belajar tanpa batas. Literasi menjadi kunci membuka jendela dunia bagi generasi muda. Masa depan Papua dapat lebih cerah melalui langkah kecil penuh makna ini.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google