Siswa Gunakan Data Analytics untuk Proyek Edukasi Realistik
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pemanfaatan data
analytics oleh siswa dalam proyek edukasi realistik semakin menunjukkan
perkembangan yang signifikan. Pendekatan ini membantu siswa memahami
permasalahan nyata melalui pengolahan data yang relevan dengan kehidupan
sehari-hari. Berbagai proyek dikembangkan dengan memanfaatkan data yang
dikumpulkan dari lingkungan sekitar. Data tersebut kemudian dianalisis untuk
menghasilkan kesimpulan yang logis dan berbasis fakta. Proyek ini tidak hanya
berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir kritis. Siswa
dilatih untuk membaca pola dan tren dari data yang tersedia. Pendekatan ini
dianggap mampu meningkatkan pemahaman konseptual secara lebih mendalam.
Pembelajaran berbasis data analytics menjadi salah satu metode yang menarik
perhatian banyak pihak.
Dalam pelaksanaannya, siswa mengumpulkan data melalui observasi, survei, dan pencatatan sederhana. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan alat bantu digital yang mudah diakses. Proses ini mendorong siswa untuk lebih teliti dan sistematis dalam bekerja. Mereka belajar membersihkan data agar hasil analisis menjadi lebih akurat. Setiap langkah dianalisis secara bertahap untuk menghindari kesalahan interpretasi. Diskusi kelompok dilakukan untuk membandingkan hasil analisis yang diperoleh. Dari diskusi tersebut, siswa belajar menghargai perbedaan sudut pandang. Kegiatan ini memperkuat kemampuan kolaborasi dan komunikasi.
Proyek edukasi realistik berbasis data analytics juga mendorong siswa mengaitkan teori dengan praktik. Konsep yang sebelumnya dianggap abstrak menjadi lebih mudah dipahami. Data yang digunakan berasal dari situasi yang dekat dengan keseharian siswa. Hal ini membuat pembelajaran terasa lebih relevan dan bermakna. Siswa menjadi lebih antusias dalam menyelesaikan setiap tahapan proyek. Tantangan yang muncul justru memicu rasa ingin tahu untuk mencari solusi. Proses pemecahan masalah dilakukan berdasarkan bukti data yang ada. Dengan demikian, siswa terbiasa mengambil keputusan secara rasional.
Selain meningkatkan pemahaman akademik, pendekatan ini juga melatih keterampilan abad ke-21. Siswa belajar berpikir kritis, kreatif, dan analitis secara bersamaan. Kemampuan menginterpretasikan data menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Proyek ini juga menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap hasil kerja sendiri. Kesalahan yang ditemukan dijadikan bahan evaluasi bersama. Siswa didorong untuk memperbaiki analisis berdasarkan masukan yang diterima. Proses refleksi menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Hal ini membantu siswa memahami bahwa belajar adalah proses berkelanjutan.
Penerapan data analytics dalam proyek edukasi realistik dinilai mampu
menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa tidak hanya menerima
informasi, tetapi aktif membangun pengetahuan. Pendekatan ini memberikan
pengalaman belajar yang lebih mendalam dan aplikatif. Hasil proyek menunjukkan
peningkatan kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Pembelajaran menjadi
lebih bermakna karena berhubungan langsung dengan realitas. Siswa juga menjadi
lebih percaya diri dalam menyampaikan temuan mereka. Ke depannya, metode ini
berpotensi terus dikembangkan dalam berbagai topik pembelajaran. Inovasi
pembelajaran berbasis data diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses
belajar secara menyeluruh.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto