Siswa Menjadi Lebih Aktif dengan Kegiatan Pembelajaran Interaktif
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan pembelajaran
interaktif dinilai mampu mendorong siswa menjadi lebih aktif dalam proses
belajar sehari-hari. Pendekatan ini menghadirkan suasana belajar yang lebih
hidup dan tidak monoton. Siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi
turut terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas. Interaksi dua arah
antara siswa dan materi pembelajaran menjadi lebih terasa. Metode ini juga
membantu meningkatkan fokus dan perhatian selama kegiatan berlangsung. Banyak
siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi saat mengikuti pembelajaran
interaktif. Partisipasi aktif terlihat dari keberanian bertanya dan
menyampaikan pendapat. Kondisi ini menunjukkan perubahan positif dalam dinamika
belajar di kelas.
Pembelajaran interaktif biasanya
dikemas melalui diskusi kelompok, simulasi, dan permainan edukatif. Aktivitas
tersebut mendorong siswa untuk berpikir kritis dan bekerja sama. Siswa belajar
menyampaikan ide dengan bahasa yang jelas dan terstruktur. Proses ini juga
melatih kemampuan mendengarkan pendapat orang lain. Kegiatan yang bervariasi
membuat siswa tidak mudah merasa bosan. Suasana belajar menjadi lebih
menyenangkan dan kondusif. Siswa cenderung lebih percaya diri saat terlibat
aktif. Hal ini berdampak pada peningkatan keaktifan secara menyeluruh.
Selain meningkatkan keaktifan,
pembelajaran interaktif turut membantu pemahaman materi. Siswa dapat langsung
mempraktikkan konsep yang dipelajari. Kesalahan yang muncul dapat segera
didiskusikan bersama. Proses belajar menjadi lebih bermakna karena siswa
mengalami sendiri materi tersebut. Interaksi yang intens juga memperkuat daya
ingat siswa. Materi pelajaran tidak hanya dihafal, tetapi dipahami secara
mendalam. Keterlibatan emosional membuat siswa lebih tertarik mengikuti
pembelajaran. Dampaknya terlihat pada hasil belajar yang lebih stabil.
Penerapan pembelajaran interaktif
juga berpengaruh pada sikap sosial siswa. Mereka belajar menghargai perbedaan
pendapat dalam diskusi. Kerja sama tim menjadi bagian penting dalam
menyelesaikan tugas. Siswa yang awalnya pasif mulai berani berkontribusi. Lingkungan
belajar terasa lebih inklusif dan terbuka. Komunikasi antar siswa menjadi lebih
efektif. Hubungan antar teman semakin erat melalui aktivitas bersama. Hal ini
menciptakan iklim belajar yang positif.
Secara umum, pembelajaran
interaktif menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa.
Metode ini menempatkan siswa sebagai pusat dari proses belajar. Peran guru
lebih difokuskan sebagai fasilitator dan pendamping. Siswa didorong untuk mengeksplorasi
pengetahuan secara mandiri. Tantangan pembelajaran dapat dihadapi dengan cara
yang kreatif. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Keaktifan siswa menjadi kunci utama keberhasilan proses belajar. Dengan
pembelajaran interaktif, potensi siswa dapat berkembang secara optimal.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto